Breaking News:

Penertiban Pengamen Berujung Pemukulan Terhadap Anggota Satpol PP Kota Depok

Kekerasan dialami oleh salah seorang anggota Satpol PP Kota Depok ketika melakukan penertiban pengamen di Simpang Ramanda

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Perwira Satpol PP Kota Depok, Rukby, dijumpai wartawan di Polres Metro Depok usai membuat laporan atas pemukulan yang dialami anggotanya oleh pengamen di Simpang Ramanda, Kamis (22/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM. PANCORAN MAS - Kekerasan dialami oleh salah seorang anggota Satpol PP Kota Depok ketika melakukan penertiban pengamen di Simpang Ramanda, Pancoran Mas, Kota Depok.

Salah seorang perwira Satpol PP Kota Depok, Rukby, mengatakan, satu dari sejumlah pengamen yang ditertibkan ini mengamuk dan memberikan perlawanan.

Akibatnya, seorang petugas Satpol PP Kota Depok mengalami memar usai dipukul dan dicakal oleh pengamen yang mengamuk tersebut.

"Perlawanan, mereka dibawa ke mobil berontak sampai salah satu anggota kita dipukul," kata Rukby di Polres Metro Depok, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: Jadi Tersangka Pencabulan, Anak Anggota DPRD Kota Bekasi Bantah Sekap Siswi SMP: Pemukulan Pernah

"Kita sebagai petugas kan harus bisa menahan sabar, kalau kita mau pukul balik pasti akan ramai di masyarakat petugas yang salah," timpalnya

Lanjut Rukby, kejadian tersebut pun telah dilaporkan ke pimpinannya, dan ia mendapat arahan untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Depok.

Baca juga: Polsek Setiabudi Sudah Terima Laporan, Nurhadi Diduga Melakukan Pemukulan ke Petugas Rutan KPK

"Arahan dari pimpinan kami hal ini kita tindak lanjuti ke Polres untuk ada titik terangnya bahwa itu kan sudah ada penyerangan terhadap petugas," ucapnya.

Terakhir, Rukby berujar bahwa pengamen yang ditertibkan melanggar Peraturan Daerah Kota Depok.

Baca juga: Kasus Dugaan Pemukulan oleh Aiptu Imam Chambali, Polisi Cari Bukti CCTV

"Mengamen di Simpang Ramanda. Melanggar Perda kan tidak boleh mengamen di lampu merah," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved