Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Driver Ojek Online Diimbau Tak Terprovokasi Ajakan Aksi Demo di Istana Negara, Sabtu (23/7) Besok

Menanggapi hal ini, Ketua Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun menegaskan bukan pihaknya yang membuat pamflet.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Pamflet berisi seruan unjuk rasa ribuan ojek online (ojol) viral di sejumlah media sosial Instagram hingga WhatsApp, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pamflet berisi ajakan oknum ojek online (ojol) untuk berunjuk rasa di Istana Negara, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Dalam pamflet tersebut, seluruh elemen masyarakat diajak turun ke jalan pada Sabtu (24/7/2021) besok.

Menanggapi hal ini, Ketua Aliansi Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun menegaskan bukan pihaknya yang membuat pamflet.

Igun mengatakan, pamflet tersebut dibuat oleh provokator yang tidak bertanggung jawab.

"Polri harus usut tuntas aktor provokator yang ada di belakang pembuatan pamflet tersebut dan penyebarnya," kata Igun, saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Jumat (23/7/2021).

Igun mengimbau para pengemudi ojol tidak terprovokasi ajakan tersebut."Garda menyarankan agar rekan-rekan driver ojol tetap aktifitas mencari nafkah seperti biasa saja," imbau Igun.

Baca juga: Viral Seruan Driver Ojek Online Demo ke Istana Negara, Ketua Gabungan Aksi Roda Dua: Tidak Ada Aksi

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Apresiasi Sopir Ojek Online Tak Ikut Aksi Jokowi End Game

"Jangan terprovokasi oleh sebaran-sebaran yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab. Karena ojol sendiri saat PPKM ini merupakan prioritas pada lintasan lintasan penyekatan, khusus untuk ojol menjadi prioritas utama," lanjutnya.

Dia menegaskan, seruan turun ke jalan tersebut tidak benar.

"Tidak ada aksi. Sebaran pamflet Seruan 'Aksi Nasional Jokowi End Game' itu hanya mencatut profesi ojol saja," kata Igun, saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Jumat (23/7/2021).

"Kami dari Asosiasi Pengemudi Ojol Garda juga merasa dirugikan atas sebaran provokasi tersebut yang membawa nama driver ojol untuk kepentingan politis pihak yang tidak bertanggung jawab," lanjut Igun.

Garda pun mengimbau kepada perusahaan-perusahaan aplikator untuk melaporkan kepada kepolisian ihwal pembohongan tersebut. 

"Karena pihak pembuat pamflet tersebut mencatut nama dan logo perusahaan-perusahaan aplikator sehingga merugikan para mitra ojolnya juga," kata Igun. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved