Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman di Rumah Meningkat, Ketum PB IDI Ungkap Penyebabnya

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman meningkat setiap harinya. Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, mengungkapkan penyebabnya.

Editor: Wahyu Septiana
SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah - Pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman meningkat setiap harinya. Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, mengungkapkan penyebabnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasus pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah meningkat, Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, mengungkapkan penyebabnya.

Diketahui, pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman meningkat setiap harinya.

Pasien tersebut meninggal meskipun tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta).

TONTON JUGA

Hal ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas perawatan sendiri di rumah, khususnya pada orang tanpa gejala (OTG) dan pasien gejala ringan.

Banyak yang khawatir, penanganan yang dilakukan tidak tepat sehingga berakibat menghilangkan nyawa pasien.

Dokter Daeng mengatakan, pasien meninggal saat isoman umumnya disebabkan gejala pemburukan yang tidak mendapatkan pertolongan.

Tim pemulasaran Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas saat proses evakuasi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah, Selasa (13/7/2021)
Tim pemulasaran Satgas Covid-19 Kecamatan Ciracas saat proses evakuasi jenazah pasien Covid-19 yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri di rumah, Selasa (13/7/2021) (Istimewa)

Kondisi tersebut menyebabkan kenaikan gradasi keparahan infeksi sehingga seharusnya mendapatkan perawatan lebih. Ia menguraikan, gradasi pasien Covid-19 terdiri dari lima tahapan yakni OTG, ringan, sedang, berat dan kritis.

Ketika mengalami pemburukan, pasien isoman otomatis naik menjadi level sedang dan harus dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Ngaku Mau Temani Anak Sakit, Istri Malah Bawa Pria Lain ke Kamar:Suami Syok Lihat Kelakuan Bejatnya

Baca juga: Usai Buat Heboh, Wanita di Gowa yang Dipukul Oknum Satpol PP Dilaporkan soal Hoaks Hamil

Baca juga: 2 Minggu Berlalu, Ojol Penganiaya Kakek yang Mau Vaksin Covid-19 di Jatinegara Belum Jadi Tersangka

"Mungkin memang agak berat faktanya, tapi kasus isoman meninggal itu karena seharusnya dibawa ke rumah sakit, bukan lagi isoman," jelasnya dalam diskusi media bertajuk Dukungan Good Doctor untuk Program Vaksinasi Nasional dan Penanganan COVID-19 di Indonesia secara virtual pada Kamis (22/07/2021).

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved