Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Kasus Pasien Covid-19 Meninggal Saat Isoman di Rumah Meningkat, Ketum PB IDI Ungkap Penyebabnya

Pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman meningkat setiap harinya. Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, mengungkapkan penyebabnya.

Editor: Wahyu Septiana
SHUTTERSTOCK/irem01
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah - Pasien Covid-19 yang meninggal dunia saat isoman meningkat setiap harinya. Dokter Daeng M Faqih, SH, MH, mengungkapkan penyebabnya. 

Sementara itu, jumlah pasien sembuh bertambah 36.370 orang, sehingga jumlahnya menjadi 2.392.923. 

Untuk kasus pasien Covid-19 meninggal dunia kembali mencetak rekor pada hari ini, yakni menembus 1.449 pasien.

Dengan demikian, jumlah pasien yang meninggal dunia sampai hari ini sudah mencapai 79.032 orang.

Baca juga: Usai Buat Heboh, Wanita di Gowa yang Dipukul Oknum Satpol PP Dilaporkan soal Hoaks Hamil

Cara Isolasi Mandiri di Rumah Jika Positif Covid-19

Berikut ini cara isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19.

Seseorang yang terpapar Covid-19 akan mengalami beberapa gejala, mulai dari gejala ringan hingga berat.

Namun, tidak menutup kemungkinan seseorang yang terpapar tidak merasakan gejala apapun.

Jika Anda merasakan gejala ringan Covid-19 ataupun tidak bergejala, maka dianjurkan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dalam Buku Panduan Isolasi Mandiri dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) dijelaskan bahwa seseorang yang terpapar Covid-19 dikatakan tanpa gejala jika frekuensi napas 12-20 per menit dengan tingkat saturasi oksigen lebih dari 95 persen.

Adapun tingkat saturasi oksigen seseorang dapat diketahui menggunakan oksimeter.

Baca juga: Ngaku Mau Temani Anak Sakit, Istri Malah Bawa Pria Lain ke Kamar:Suami Syok Lihat Kelakuan Bejatnya

Karena itu, pasien yang menjalani isolasi mandiri perlu menyediakan oksimeter dan termometer untuk mengukur suhu tubuh dengan frekuensi pengecekan dua kali sehari, setiap pagi dan malam.

Cara Isolasi Mandiri di Rumah

Berikut ini sejumlah panduan isolasi mandiri yang dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes):

1. Selalu memakai masker dan membuang masker bekas di tempat yang ditentukan.

2. Jika sakit (ada gejala demam, flu, dan batuk), maka tetap di rumah.

Jangan pergi bekerja, sekolah, ke pasar atau ke ruang publik untuk mencegah penularan masyarakat.

3. Manfaatkan fasilitas telemidicine atau sosial media kesehatan dan hindari transportasi publik.

Beritahu dokter dan perawat tentang keluhan dan gejala, serta riwayat bekerja ke daerah terjangkit atau kontak dengan pasien Covid-19.

4. Selama di rumah, bisa bekerja di rumah.

Gunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lainnya dan jaga jarak 1 meter dari anggota keluarga.

5. Tentukan pengecekan suhu harian, amati batuk, dan sesak napas. Hindari pemakaian bersama peralatan makan, peralatan mandi, dan tempat tidur.

6. Terapkan perilaku hidup sehat dan bersih, serta konsumsi makanan bergizi, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, dan lakukan etika batuk dan bersin.

7. Jaga kebersihan dan kesehatan rumah dengan cairan disinfektan.

Selalu berada di ruangan terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (antara 15-30 menit).

8. Hubungi segera fasilitas pelayanan kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak napas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Adapun gejala ringan pasien Covid-19 sebagai berikut:

- Sakit kepala

- Sakit tenggorokan

- Pilek

- Demam

- Batuk, umumnya batuk kering ringan

- Fatigue/kelelahan ringan

- Anoreksia

- Kehilangan indera penciuman/anosmia

- Kehilangan indra pengecapan/ageusia

- Mialgia dan nyeri tulang

- Mual, muntah, nyeri perut

- Diare

- Konjungtivis (radang atau iritasi mata)

- Kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari kaki

- Frekuensi napas 12-20 kali per menit

- Saturasi lebih dari 95 persen.

Syarat Isolasi Mandiri

Berikut syarat dan alat yang perlu disiapkan untuk Isoman, dikutip dari Buku Panduan Isolasi Mandiri oleh Papdi :

1. Tidak bergejala/asimptomatik;

2. Gejala ringan;

3. Lingkungan rumah/kamar memiliki ventilasi yang baik.

Alat yang Perlu Disediakan di Rumah

1. Termometer (alat pengukur suhu).

2. Oxymeter (alat pengukur saturasi oksigen).

Baca juga: Ngaku Mau Temani Anak Sakit, Istri Malah Bawa Pria Lain ke Kamar:Suami Syok Lihat Kelakuan Bejatnya

Kegiatan Harian saat Isolasi Mandiri

1. Buka jendela kamar untuk cahaya masuk dan sirkulasi udara.

2. Berjemur matahari selama 10-15 menit, antara pukul 10.00-13.00 waktu setempat.

3. Rutin cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer

4. Olahraga rutin selama 3-5 kali seminggu.

5. Makan bergizi seimbang 3 kali sehari secara terpisah dengan keluarga.

6. Pisahkan cucian kotor dengan pakaian kotor keluarga lainnya.

7. Bersihkan kamar setiap hari, gunakan APD (minimal masker).

8. Cuci alat makan sendiri setelah selesai digunakan.

9. Periksa suhu tubuh dan saturasi oksigen setiap pagi dan malam.

10. Tidur di kamar pribadi yang terpisah dengan anggota keluarga lain.

Anda dapat mengonsumsi vitamin C, D, Zn atau sesuai anjuran dokter.

Baca juga: Richarlison Gemilang, Bawa Brasil Permalukan Jerman di Olimpiade Tokyo: Hattrick dan Ukir Rekor Baru

Kemudian, hubungi pelayanan kesehatan terdekat untuk bimbingan pemantauan mandiri.

Lamanya perawatan untuk pasien positif Covid-19 tanpa gejala adalah 10 hari isolasi sejak terkonfirmasi positif.

Sementara untuk pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan adalah 10 hari isolasi sejak timbul gejala, minimal 3 hari bebas gejala.

Sumber: Kompas.com/Tribunnews.com/Tribun Jakarta

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved