Breaking News:

Mendorong Perlindungan Anak Indonesia Lewat Kampanye Menulis Artikel Hak Anak

Yayasan Komunitas Sahabat Anak Jakarta (Sahabat Anak), sebuah lembaga non-profit di Jakarta yang fokus pada pemenuhan hak-hak anak marjinal

Editor: Wahyu Aji
Yayasan Komunitas Sahabat Anak Jakarta (Sahabat Anak), sebuah lembaga non-profit di Jakarta yang fokus pada pemenuhan hak-hak anak marjinal khususnya anak jalanan, menyelenggarakan kegiatan lomba penulisan artikel bagi masyarakat umum dengan tema “Aku Disayang, Aku Dilindungi”. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh hari ini, Jumat 23 Juli 2021, Yayasan Komunitas Sahabat Anak Jakarta (Sahabat Anak), sebuah lembaga non-profit di Jakarta yang fokus pada pemenuhan hak-hak anak marjinal khususnya anak jalanan, menyelenggarakan kegiatan lomba penulisan artikel bagi masyarakat umum dengan tema “Aku Disayang, Aku Dilindungi”.

Tema yang diusung merupakan satu dari hak-hak anak yang diakui dalam UN Convention on the Rights of the Child (Konvensi Hak Anak PBB) yang telah disahkan pada tahun 1989.

Kegiatan yang juga merupakan bagian dari rangkaian kampanye Gerakan Sahabat Anak (GSA) sekaligus menyambut Jambore Sahabat Anak (JSA) XXIII yang menjadi agenda tahunan Sahabat Anak ini, mendapatkan antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat, termasuk di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Pada perlombaan yangberlangsung sejak tanggal 10 Mei – 10 Juni lalu, Tim Juri yang berlatar belakang Psikolog, Penulis hingga Pembina Sahabat Anak ini telah menerima belasan judul artikel yang dikirimkan dari berbagai penjuru Indonesia.

Dengan gaya penulisan yang menarik, para peserta lomba berhasil mengupas kondisi perlindungan anak di Indonesia beserta sejumlah persoalannya dari sudut pandang yang sangat beragam, seperti hak perlindungan anak di masa pandemi Covid-19, kekerasan dan perkawinan anak usia dini hingga perlindungan anak di era digital.

Setelah melalui serangkaian penilaian, terpilihlah lima pemenang dengan artikel pilihan yang paling menarik, yaitu Mahfud Roid Fatoni - Lampung (Juara I), Jesika Juliana – DKI Jakarta (Juara II), Mariliana Berlian Bulo - Jawa Barat (Juara III), Sarah Nathania Chariswaty – DKI Jakarta (Juara Harapan I), dan Stella Arawinda – Jawa Timur(Juara Harapan II). Berikut rangkuman tulisan dari para pemenang lomba artikel.

Direktur Sahabat Anak, Frisca Hutagalung mengatakan, kegiatan lomba penulisan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat turut serta dalam Gerakan Sahabat Anak 2021 dan bersama-sama memperjuangkan perlindungan anak.

“Dengan setiap kita, bagian dari masyarakat, menjadi agen-agen kebaikan demi terwujudnya perlindungan anak, maka anak Indonesia akan aman karena disayang dan dilindungi," ujar Frisca.

Hal senada juga disampaikan oleh Koordinator Gerakan Sahabat Anak, Shinta Reza Aditiya yang mengajak kepada masyarakat luas jika masih banyak pejuang kebaikan di luar sana yang peduli pada anak-anak.

"Semua bisa dimulai dengan satu langkah kecil, termasuk dari cerita sederhana serta kepedulian diri pada sekitar lewat tulisan-tulisan yang sangat menginspirasi ini," kata Shinta.

Pasal 20 UU Perlindungan Anak menyebutkan bahwa Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Masyarakat, Keluarga dan Orangtua atau Wali berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.

Oleh karenanya, seluruh elemen harus mampu bekerjasama untuk memastikan penghormatan dan pemenuhan hak perlindungan anak dapat segera terwujud.

Selamat Hari Anak Nasional 2021

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved