Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Percepat Vaksinasi, Mendagri Minta Daerah Jangan Menyetok Vaksin

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengatakan, masyarakat harus paham  bahwa negara Indonesia bukanlah penyuplai vaksin.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan keterangan pers usai melaksanakan rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Depok di Gedung Balai Kota Depok, Pancoran Mas, Jumat (23/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Suplai vaksin yang terbatas masih menjadi polemik yang belum ada solusinya hingga saat ini. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengatakan, masyarakat harus paham  bahwa negara Indonesia bukanlah penyuplai vaksin.

“Sebagian besar daerah-daerah meminta ada suplai vaksin yang cukup. Tapi kita harus paham negara kita bukan produsen vaksin, kita berharap vaksin merah putih bisa segera bisa berproduksi sukses ya, sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri, kita masih melakukan impor,” ujar Tito dalam lawatannya di Kota Depok, Jumat (23/7/2021).

Tito menuturkan, jumlah vaksin yang terbatas dan menjadi rebutan seluruh negara, membuat pemerintah membagikannya dengan skala prioritas.

“Jumlahnya sangat dinamis, semua seluruh negara berebut. Bapak Menkes (Menteri Kesehatan) membagikannya sesuai dengan skala prioritas, misalnya tenaga kesehatan, lansia, kemudian frontliner TNI Polri, dan zona merah penularan,” ungkapnya.

Baca juga: TNI AL Gelar Vaksinasi Covid-19 di Atas KRI Teluk Youtefa

Baca juga: 33 Warga Binaan di Bawah Umur di Tangerang Mendapatkan Remisi

Baca juga: Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 Hingga 16 Agustus Mendatang

Hal lainnya menyoal vaksin, Tito juga mengimbau agar tidak ada yang menyimpan stok vaksin untuk masyarakat.

“Bapak Presiden sudah sampaikan yang 18-19 vaksin juta itu segera suntikan kepada masyarakat dan Agustus ini Insya Allah kita mendapat pasokan termasuk untuk vaksin kedua,” kata Tito.

“Itu problemnya, jadi masalah suplai yang harus impor, yang kedua adalah vaksin jangan sampai disimpan distok. Percepatan vaksin, saya kira semua daerah antusias, dan siap melakukan percepatan apalagi didukung TNI Polri,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved