Breaking News:

Sejumlah WNA Kritik Keputusan Presiden Jokowi Batalkan Vaksin Covid-19 Berbayar

Seorang WNA asal India bernama Richik Singh Bhau belum divaksin Covid-19. Ia pun merasa kesulitan mencari informasi terkait vaksinasi

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
Freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Sejumlah warga negara asing (WNA) menyesalkan keputusan pemerintah Indonesia yang membatalkan vaksin Covid-19 berbayar.

Seorang WNA asal India bernama Richik Singh Bhau belum divaksin Covid-19. Ia pun merasa kesulitan mencari informasi terkait vaksinasi untuk para ekspatriat.

Menurut Richik, dibatalkannya vaksin Covid-19 berbayar menutup kesempatan bagi para WNA mendapatkan perlindungan kesehatan.

"Terlepas dari latar belakang, pekerjaan, dan kewarganegaraan, kami ekspatriat memiliki hak yang sama untuk mendapatkan vaksin Covid-19, untuk mendapatkan perlindungan dan jaminan kesehatan," kata Richik saat wawancara virtual dengan awak media, Jumat (23/7/2021).

Perempuan yang tinggal di kawasan Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu berharap pemerintah Indonesia membuka peluang bagi WNA untuk mengikuti vaksinasi.

"Kita seharusnya mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara dunia. Vaksin itu berhak didapatkan semua orang, karena misi utama pemerintah adalah menyelamatkan semua orang," ujar dia.

WNA asal Denmark Dennis Faxholm juga menyampaikan keluhan serupa.

Pria yang juga menetap di kawasan Pondok Indah itu mengatakan, seharusnya para ekspatriat juga memiliki hak untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Baca juga: Dapat Aduan Dana BST Disunat, Wakil Wali Kota Bekasi Angkat Bicara: Warga Harus Lapor

Baca juga: Percepat Vaksinasi, Mendagri Minta Daerah Jangan Menyetok Vaksin

Baca juga: 33 Warga Binaan di Bawah Umur di Tangerang Mendapatkan Remisi

"Kami memiliki hak yang sama dengan warga lokal, kami juga memiliki resiko yang sama, ditularkan atau menularkan. Jadi vaksin ini adalah hak semua orang demi kesehatan," ucap Dennis.

Ia pun tidak keberatan jika harus mengeluarkan uang untuk bisa disuntik vaksin Covid-19

"Apabila saya harus bayar, saya bayar, karena kesehatan saya dan keluarga itu nomor satu, karena bagi kami kesehatan itu lebih penting dibandingkan finansial," ujar dia.

"Kalau saya jadi presiden, saya akan memberikan kesempatan kepada seluruh orang untuk bisa mendapatkan vaksin," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved