Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Selama PPKM Darurat, 10 Tempat Makan & 2 Perkantoran di Jaktim Ditutup karena Melanggar Aturan

Sebanyak 10 tempat makan dan dua perkantoran ditutup sementara imbas langgar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
Tangkapan layar dari instagram @arizapatria
Ilustrasi sidak perkantoran - Sebanyak 10 tempat makan dan dua perkantoran ditutup sementara imbas langgar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sebanyak sepuluh tempat makan dan dua perkantoran ditutup sementara imbas langgar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Terhitung mulai tanggal 3-20 Juli 2021, pemerintah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali.

Selama itu juga, petugas gabungan rutin melakukan patroli guna memastikan masyarakat patuh terhadap aturan PPKM Darurat.

Hasilnya, 10 tempat makan dan dua perkantoran di Jakarta Timur kedapatan melanggar aturan PPKM Darurat.

"Selama PPKM Darurat ada 10 tempat makan, mulai dari kafe, restoran dan angkringan. Sementara untuk perkantoran ada dua yang melanggar," jelas PPNS Satpol PP Jakarta Timur, Imam Subhan, Jumat (23/7/2021).

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kelurahan Pulo menggelar razia protokol kesehatan di ruko perkantoran Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/6/2021) siang.
Ilustrasi satpol pp sidak perkantoran

Dari 10 tempat makan yang ditutup, sebanyak empat tempat diantaranya berada di Kecamatan Jatinegara. Disusul dua tempat lainnya di Kecamatan Matraman.

Adapun sanksi yang diberikan yakni penutupan sementara hingga PPKM Darurat selesai.

Baca juga: Dibuka Lowongan Kerja Smartfren Bagi Lulusan SMA/SMK, Simak Syarat dan Cara Melamarnya

Baca juga: Sempat Mengeluh Demam dan Batuk, Lansia dan Anaknya Ditemukan Membusuk di Dalam Rumah

"Paling tinggi memang di Jatinegara. Untuk sanksi tentunya penutupan sementara sampai PPKM Darurat berakhir yakni 20 Juli kemarin. Saat ini kan namanya sudah berganti menjadi PPKM level 4 dan semoga ini bisa menjadi pembelajaran bagi pemilik usaha ataupun perkantoran untuk lebih patuh pada aturan," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved