Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pesanan Peti Jenazah Covid-19 di Jakarta Timur Menurun dalam Dua Pekan Terakhir

Produsen peti mati, Meta mengatakan penurunan pesanan peti mati untuk jenazah pasien Covid-19 di tempatnya mulai menurun sejak dua pekan terakhir

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Bima Putra
Meta, produsen peti mati di Kelurahan Pekayon saat memberi keterangan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Menurunnya kematian pasien Covid-19 dibarengi penurunan jumlah pesanan produsen peti mati di Jalan Tipar, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Produsen peti mati, Meta mengatakan penurunan pesanan peti mati untuk jenazah pasien Covid-19 di tempatnya mulai menurun sejak dua pekan terakhir saat PPKM Darurat berlaku.

"Untuk dua pekan terakhir ini terjadi penurunan pemesan peti mati jenazah Covid-19. Kalau sebelumnya itu memang sempat naik," kata Meta di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (26/7/2021).

Sebelum menurun, pesanan peti mati khusus jenazah pasien Covid-19 dari berbagai RS rujukan dan pihak keluarga di tempat Meta sempat melonjak hingga tiga minggu lamanya.

Kala itu dalam satu harinya dia bisa menerima pesanan 15 peti mati khusus jenazah pasien Covid-19, sementara dalam dua pekan terakhir jumlah produksi per hari di bawah 10 peti.

"Tiga pekan lalu naiknya pesanan sampai 100 persen. Untuk satu peti mati khusus jenazah pasien Covid-19 harganya sekira Rp 3,5 juta. Kalau sama mobil jenazah dan tim pemulasaran bisa Rp 7 juta," ujar Meta.

Baca juga: Pemkot Tangerang Uji Coba Mekanisme Baru Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Untuk Remaja

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Ini Catatan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Jakarta Capai 80 Persen, Wagub DKI: 40 Persen Warga Luar Jakarta

Saat proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19, pegawainya mengenakan alat perlindungan diri (APD) standar medis pemulasaran yang ditetapkan pemerintah guna mencegah penularan.

Beda dengan jenazah umum, pada pasien Covid-19 proses pemakaman harus menggunakan peti mati khusus guna mencegah penularan Covid-19 terhadap petugas saat proses pemulasaran.

"Ada juga keluarga yang datang, terus pesan untuk jenazah Covid-19, kita siapkan sesuai dengan protokol Covid-19, misalnya peti mati diplastikin, terus pakai kantong jenazah juga jadi sesuai aturan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved