Breaking News:

Cerita Kriminal

Pengakuan Pembuat Surat Antigen Palsu di Depok: Kerja di Percetakan, Pemesan Tinggal Kirim Foto KTP

AS hanya bisa tertunduk lesu bersama lima rekannya yang lain saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, atas tindakan kriminal yang dilakukannya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar (tengah) didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes (kiri), dan Kasubag Humas Polres Metro Depok, Kompol Supriyadi (kanan), memimpin ungkap kasus komplotan pembuat surat Swab Antigen palsu, Selasa (27/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – AS hanya bisa tertunduk lesu bersama lima rekannya yang lain saat digelandang ke Mapolres Metro Depok, atas tindakan kriminal yang dilakukannya.

Untuk diketahui, AS dan lima rekannya yang masing-masing berinisial ME, AK, RR, NN, dan MA, adalah komplotan pembuat dan pengedar surat swab antigen palsu di Kota Depok.

Kepada wartawan, AS mengaku berperan sebagai pembuat, sementara rekannya yang lain adalah perantara dan penjual.

Semua tindakan perbuatan melawan hukumnya ini, bermula ketika ia mendapat pesanan untuk membuat surat swab antigen palsu.

AS yang bekerja di tempat percetakan pun menyanggupi permintaan tersebut.

“Ya karena permintaan saja, disuruh buatin. Kalau saya kerja di percetakan,” kata AS saat dihadirkan dalam ungkap kasusnya di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Animo Masyarakat Ikuti Vaksin Covid-19 di Mal Pondok Gede Sangat Tinggi, Ada yang Datang dari Subuh

Baca juga: Anies Baswedan Kutuk Keras Oknum Cari Untung Saat Pandemi Covid-19: Memalukan, Penjahat Kemanusiaan

Baca juga: Emak-emak di Ciracas Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19, Agar Bisa Belanja di Pasar

Proses pembuatannya pun tergolong mudah baginya, si pemesan hanya tinggal mengirim foto kartu tanda penduduk (KTP) kepadanya, dan ia pun beraksi.

Ia pun tak segan mencantumkan nama klinik atau pun fasilitas kesehatan ternama dalam surat Swab Antigen palsu untuk pemesannya tersebut.

“Kliniknya mah asli ada. Stempelnya ngecrop dari stempelnya,” ungkapnya.

Mendapat upah sebesar Rp 50 ribu dari satu surat palsu yang ia hasilkan, AS mengaku uang tersebut ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dapat Rp 50 ribu. Buat beli kopi sama rokok saja sudah habis,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, mengatakan, para tersangka yang terdiri dari dua wanita dan empat orang pria ini dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, Juncto Pasal 55 KUHP, dan Pasal 56 KUHP.

“Pasal 263 KUHP Jo Pasal 55 dan 56 KUHP, ancamannya enam tahun penjara,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved