Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Vaksinasi Covid-19 untuk Anak di Kota Bekasi Ditargetkan Dimulai Agustus 2021

Teknis pelakasanaan vaksinasi anak di Kota Bekasi tahap awal ini menyasar pelajar SMP sederajat terlebih dahulu dengan jumlah sebanyak 134.000 anak

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat menyambangi rumah warga yang tengah menjalani isoman di Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan, Senin (26/7/2021) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menargetkan, vaksinasi Covid-19 untuk anak di wilayahnya dimulai Agustus 2021 mendatang.

"SMP dulu mudah-mudahan awal Agustus atau minggu pertama Agustus bisa dilaksanakan vaksinasi untuk anak," kata Rahmat di Stadion Patriot, Selasa (27/7/2021).

Teknis pelakasanaan vaksinasi anak di Kota Bekasi tahap awal ini menyasar pelajar SMP sederajat terlebih dahulu dengan jumlah sebanyak 134.000 lebih anak.

"Di sekolah karena anak sekolahan bagusnya di sekolah di panggil kesekolah karena sekolah punya halaman, punya ruangan dan tempatnya terbuka," terang dia.

Untuk jenis vaksin yang digunakan, dia memastikan menggunakan Sinovac sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Hal ini sekaligus, menganulir penyataan dia sebelumnya yang sempat berencana menyuntikkan vaksin AstraZeneca untuk anak.

Baca juga: Polisi Terus Mengawasi Penjualan Tabung Oksigen, Pedagang yang Nakal Siap-siap Ditangkap

Baca juga: Pengakuan Pembuat Surat Antigen Palsu di Depok: Kerja di Percetakan, Pemesan Tinggal Kirim Foto KTP

Baca juga: Animo Masyarakat Ikuti Vaksin Covid-19 di Mal Pondok Gede Sangat Tinggi, Ada yang Datang dari Subuh

Karena alokasi vaksin Sinovac belum tersedia lagi, Pemkot Bekasi berencana menggunakan stok vaksin yang ada dengan melakukan penyuntikan secara bertahap.

"Bisa jalan dengan stok yang ada kita bertahap, ya kan enggak mungkin dibikin sekaligus," jelasnya.

Petugas vaksinator nantinya berasal dari Puskesmas tempat sekolah berada, jika dalam satu kelurahan terdapat lebih dari satu sekolah akan digabung lokasi vaksinasinya.

Sedangkan untuk vaksinasi pelajar SMA, pihak akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Tapi kalau SMA nanti kita minta pertimbangan pak gubernur karena kewenangan provinsi," jelasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved