Breaking News:

 Antisipasi Virus Corona di DKI

75 Jenazah Terpapar Covid-19 Sudah Dikremasi di Krematorium Cilincing

Tempat pembakaran mayat Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, terus menerima kedatangan jenazah terpapar Covid-19.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suasana proses kremasi jenazah di Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Tempat pembakaran mayat Krematorium Cilincing, Jakarta Utara, terus menerima kedatangan jenazah terpapar Covid-19.

Hingga kini, sedikitnya 75 jenazah terpapar Covid-19 sudah dikremasi di krematorium itu.

"Hingga saat ini sudah terima sekitar 75 jenazah Covid-19 ya. Kita mulai buka untuk kremasi jenazah Covid-19 itu mulai 17 atau 18 Juli lalu," kata Manajemen dan Personalia Krematorium Cilincing Heru Prayitno saat ditemui di kantornya, Rabu (28/7/2021).

Menurut Heru, sejak 17 Juli lalu, setiap harinya rata-rata tiga sampai 11 jenazah Covid-19 yang dikremasi di Krematorium Cilincing.

Trennya menurun beberapa hari belakangan seiring menurunnya kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta.

Puluhan jenazah terpapar Covid-19 tersebut dikremasi secara tradisional menggunakan kayu.

"Kita ada 10 petugas kremasi ya. Karena terima jenazah Covid-19, jadi bisa lembur sampai malam, bisa sampai jam 9 malam," kata Heru.

Baca juga: Artis TikTok Viral Juy Putri Terancam Kurungan Penjara Atau Denda Hingga Puluhan Juta Rupiah

Baca juga: Abdul Rahman Telah Atur Rencana Eksekusi Istrinya, Tunggu Anak dan Menantu Keluar Rumah

Baca juga: Pria Lansia di Jagakarsa yang Tega Habisi Nyawa Istrinya Ditetapkan Sebagai Tersangka

Adapun biaya kremasi khusus jenazah Covid-19 di Krematorium Cilincing sebesar Rp 7 juta.

Harga tersebut lebih tinggi dibanding biaya kremasi normal yakni Rp 4-5 juta.

Perbedaan harga, tambah Heru, dipertimbangkan berdasarkan biaya tambahan untuk penanganan Covid-19 serta jam kerja pegawai kremasi.

"Ya kita cost-nya harus mengeluarkan lebih ya, karena penanganan jenazah Covid-19 itu juga kan berbeda. Misalnya petugas harus pakai APD (alat pelindung diri), kemudian jam kerja mereka juga bertambah," ucap Heru.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved