Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangerang

78 Ribu Keluarga di Kota Tangerang Telah Menerima BST Dari Kemensos

PT Pos Indonesia Tangerang mencatat ada 78.236 keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah menerima bantuan sosial tunai (BST) daru Kementerian Sosial

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Istimewa
Ilustrasi PT Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos untuk warga Kota Tangerang, Selasa (20/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - PT Pos Indonesia Tangerang mencatat ada 78.236 keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah menerima bantuan sosial tunai (BST) daru Kementerian Sosial (Kemensos).

Kepala Kantor Pos Indonesia Tangerang, Mohamad Sarip mengatakan kalau jumlah di atas merupakan akumulasi penerima BST untuk periode 20 sampai 26 Juli 2021.

"Itu data untuk 20-26 Juli, itu yang terdistribusikan sudah ada 78.236 KPM," jelas Sarip saat dihubungi, Rabu (28/7/2021) pagi.

Menurutnya, Kecamatan Tangerang menjadi wilayah yang paling banyak menerima BST senilai Rp 600 ribu.

Baca juga: Banyak Warga Mengeluh Bansos Dipotong, Kepala Dinas Sosial Kota Depok Cuma Mengimbau: Jangan Dikasih

Proses distribusinya pun beragam mulai dari door to door dan diambil langsung ke Kantor PT Pos Indonesia.

Ada jufa bantuan disalurkan secara terpusat di beberapa sekolah di Kota Tangerang berdasarkan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah.

"Atas arahan wali kota dan berdasarkan Dinsos Kota Tangerang diperbolehkan pembayaran di sekolah-sekolah dengan protokol kesehatan," jelas Sarip.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4: Cek Daftar Bansos, Jadwal Hingga Besaran yang Diterima Warga

Ia menargetkan proses distribusi dapat tersalurkan semuanya kepada yang berhak menerima pada 31 Juli 2021.

Menurut Sarip, total KPM yang ada di Kota Tangerang seluruhnya ada sekitar 211.000.

Baca juga: Diduga ada yang Terima Bansos Dobel, Mendagri Tito: Asal Tepat Sasaran dan Tidak di Mark Up

"Kemarin data penerimanya 163.000-an, sempet naik jadi 183.000-an, terakhir itu sekitar 211.000. Jadi data ini sangat fleksibel ya," tutup Sarip.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved