Tak Terima Ditegur, 2 Kelompok di Jakarta Pusat Terlibat Tawuran: Berawal dari Geber Knalpot Racing
Warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, terlibat tawuran gara-gara tak terima ditegur usai mendengar bunyi knalpot racing
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, SAWAH BESAR - Pihak kepolisian membeberkan penyebab warga Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, tawuran pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Kapolsek Sawah Besar, AKP Maulana Mukarom, mengatakan tawuran disebabkan lantaran warga setempat "menggeber" sepeda motornya yang berknalpot bising.
"Gara-gara ada warga yang menggeber-geber knalpot motornya, bising," kata Alan, sapaannya, saat dikonfirmasi, Kamis (29/7/2021).
"Knalpotnya menggunakan knalpot racing," lanjut Alan.
Akibatnya, warga lain yang sedang berkumpul mendengar knalpot tersebut sehingga memancing emosi.

"Warga Kelurahan Kartini dan Kelurahan Karang Anyar akhirnya tawuran gara-gara tersinggung dengan bunyi knalpot," ucap Alan.
"Warga yang menggeber knalpot dari Kelurahan Kartini," lanjut Alan.
Sebelumnya, kata Alan, pengendara sepeda motor yang mengganggu ini sempat ditegur baik-baik.
Namun, dia tidak terima ditegur sehingga menantang berkelahi warga yang menegur.
Baca juga: Prarekonstruksi Kasus Suami yang Tega Habisi Istri di Jagakarsa, Polisi: Pembunuhan Secara Berencana
"Si pengendara tidak terima teguran tersebut sehinga terjadi tawuran warga," ucap Alan.
Meski begitu, belum diketahui identitas pengendara sepeda motor yang berknalpot bising tersebut.