Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Simak Prosedur Isolasi Mandiri, Berikut Tanda-tanda Pasien Covid-19 Memburuk Saat Isoman

Pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Simak prosedurnya serta tanda-tanda pasien memburuk.

Freepik.com
Ilustrasi isolasi mandiri. Simak prosedur isolasi mandiri di rumah yang harus dilakukan oleh pasien Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pasien Covid-19 bergejala ringan atau tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sebab, tidak sempat orang terpapar Covid-19 harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Satgas Penanganan Covid-19 mengungkapkan terdapat sejumlah prosedur yang harus diperhatikan saat melakukan isolasi mandiri.

Baca juga: Tempat Isolasi di DKI Terkendali dan Mulai Kosong, Wagub Ariza Minta Warga Tak Lagi Isoman di Rumah

Simak prosedur isolasi mandiri di rumah yang harus dilakukan oleh pasien Covid-19 dikutip dari covid19.go.id:

  • Mempersiapkan alat-alat kesehatan dasar, seperti alat pengukur suhu badan dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen
  • Menyiapkan stok obat-obatan dasar seperti vitamin atau obat lain yang sesuai dengan anjuran dokter
  • Mempersiapkan masker dan cairan disinfektan yang terbuat dari air dan sabun
  • Menyiapkan ruagan terpisah yang tidak diakses oleh anggota keluarga lain
  • Menyiapkan daftar kontak orang terdekat atau terpercaya maupun hotline penting untuk kebutuhan darurat.

Baca juga: Ketahui Cara Isolasi Mandiri di Rumah, Ini Tandanya Pasien Isoman Dinyatakan Sembuh

Ilustrasi isolasi mandiri di rumah.
Ilustrasi isolasi mandiri di rumah. (SHUTTERSTOCK/irem01)

Saat isolasi mandiri

  1. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan rajin olahraga, makan makanan bergizi seimbang, dan selalu mencuci tangan
  2. Pendamping pasien harus mengelola sampah dan limbah harian secara hati-hati, minimal memakai alat pelindung diri (APD)
  3. Melakukan disinfeksi secara rutin, terutama pada alat-alat yang paling sering disentuh
  4. Menjamin ruangan isolasi mandiri mendapatkan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik
  5. Rutin mencatat perkembangan gejala suhu tubuh, laju nafas, dan saturasi oksigen
  6. Lakukan isolasi mandiri selama 10 hari bagi pasien Covid-19 tanpa gejala dan tambahan 3 hari untuk pasien Covid-19 bergejala ringan
  7. Jika kondisi memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat
  8. Pastikan protokol saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyarankan agar pasien Covid-19 melakukan pencatatan mandiri terkait perkembangan setiap gejala dan kondisi tubuh yang dirasakan.

Hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pencatatan yang akurat oleh petugas puskesmas yang mengawasi. Jika terjadi kondisi yang memburuk, segera hubungi nomor darurat dan layanan dokter atau petugas puskesmas setempat.

Baca juga: Pasien Covid-19, Catat 6 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Saat Isolasi Mandiri

Adapun tanda-tanda pasien Covid-19 memburuk saat isolasi mandiri adalah demam, batuk sesak napas, dan napas cepat dengan frekuensi lebih dari 30 kali per menit.

“Pastikan protokol kesehatan saat memobilisasi pasien ke puskesmas atau rumah sakit diterapkan secara ketat menggunakan ambulans milik pemerintah setempat dengan petugas yang mengenakan APD secara lengkap,” ujar Prof. Wiku.

Pasien Covid-19 dengan gejala yang memburuk harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dari fasilitas kesehatan untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Tanda-tanda pasien corona memburuk saat isolasi mandiri ala Satgas Covid-19

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved