Breaking News:

Bantu Pulihkan Usaha Terdampak Pandemi, Asbarindo Apresiasi Penolakan Pengenaan Anti Dumping

Ferdinand berharap agar Pemerintah dalam hal ini mengambil kebijakan tetap mengutamakan aspek keadilan dari mulai industri hulu.

Editor: Wahyu Aji
Ketua ASBARINDO Dwi Sudaryono,Sekretaris Jenderal Bambang Irawan dan Wakil Ketua Umum Ferdinan Situmeang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Asosiasi Baja Ringan dan Atap Ringan Indonesia (ASBARINDO) memberikan apresiasi atas penolakan usulan pengenaan bea masuk anti dumping baja ringan oleh pemerintah.

"Tentunya keputusan tersebut telah dilakukan kajian secara matang terhadap aspek supply demand Baja Lapis Alumunium Seng (BjLAS) nasional yang juga telah mempertimbangkan pemenuhan produk dalam negeri dan impor," kata Ketua ASBARINDO Dwi Sudaryono di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Dwi, kebijakan tersebut akan merugikan pertumbuhan dan perkembangan industri baja nasional, khususnya terhadap Industri Roll Former di Indonesia, apabila jadi diberlakukan.

"Kondisi faktual yang terjadi di lapangan banyak perusahaan yang menghentikan kegiatan produksinya dan merumahkan karyawan karena kesulitan mendapatkan bahan baku, belum lagi naiknya harga bahan baku. Tentunya sangat dirugikan jika kebijakan anti dumping itu dilaksanakan," katanya.

Sekretaris Jenderal ASBARINDO Bambang Irawan ikut menyambut baik keputusan ini mengingat sebagian besar anggota asosiasi merupakan pelaku industri Roll Former.

"Industri Roll Former baru saja menggeliat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mulai melakukan pemulihan kegiatan usaha, sehingga keputusan tersebut sangat mendorong dalam usaha meningkatkan kegiatan produksi yang selama ini hampir tidak ada harapan," katanya.

Bambang mengharapkan kebijakan lanjutan di sektor baja nasional tetap mengutamakan aspek keadilan, mulai industri hulu hingga hilir, agar tercipta iklim usaha yang seimbang dan berkeadilan untuk menghindari ketimpangan.

"Keputusan yang komprehensif diperlukan untuk meminimalisir dampak dari kebijakan tersebut, khususnya dampak timbulnya monopoli, persaingan usaha yang tidak sehat dan terjaganya supply dan demand atas kebutuhan bahan baku yang saat ini sudah sangat diperhatikan oleh pemerintah," ujarnya.

Selama ini, menurut dia, pemerintah sudah memberikan dukungan dalam pemenuhan bahan baku melalui sistem pengendalian untuk pemenuhan kebutuhan yang dilakukan secara impor yaitu melalui pertimbangan teknis maupun kemudahan surat persetujuan impor.

Sebelumnya, melalui Surat KADI No. 199-L/KADI/VI/2021, Pemerintah memutuskan untuk menghentikan proses pengenaan bea masuk anti dumping atas impor produk BjLAS) asal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Vietnam.

Dikesempatan yang sama Wakil Ketua Umum ASBARINDO, Ferdinan Situmeang, SH juga menyampaikan hal senada, dirinya menyambut baik keputusan Pemerintah untuk menghentikan proses pengenaan BMAD produk BjLAS.

"Asosiasi kami sangat mengapresiasi dan mendukung terhadap kebijakan Pemerintah tersebut karena  sebagian anggotanya yang merupakan Industri Roll Former saat ini baru saja mulai menggeliat dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan mulai melakukan pemulihan kegiatan usahanya sehingga dengan keputusan tersebut sangat mendorong dalam usaha meningkatkan kegiatan produksinya yang selama ini hampir tidak ada harapan untuk menghidupkan kegiatan usaha," ujarnya.

Ferdinand berharap agar Pemerintah dalam hal ini mengambil kebijakan tetap mengutamakan aspek keadilan dari mulai industri hulu hingga hilir agar terciptanya iklim usaha yang seimbang dan berkeadilan untuk menghindari ketimpangan.

"Keputusan yang konferhensip diperlukan untuk meminimalisir ekses deri kebijakan tersebut, khususnya ekses timbulnya monopoli, persaingan usaha yang tidak sehat dan terjaganya supply dan demand atas kebutuhan bahan baku yang saat ini sudah sangat diperhatikan oleh Pemerintah dengan adanya sistem pengendalian dalam hal pemenuhan kebutuhan yang dilakukan secara impor yaitu pertimbangan teknis maupun surat persetujuan import," katanya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved