Breaking News:

Dugaan Pemotongan Bantuan Sosial Tunai di Kota Depok, Polisi Panggil dan Periksa Tiga Orang

Polisi telah memeriksa tiga saksi dari kasus dugaan pemotongan bantuan sosial tunai (BST) di RW 05, Beji, Kota Depok.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Suharno
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi petugas bersiap salurkan paket bantuan sosial (bansos). 

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Polisi telah memeriksa tiga saksi dari kasus dugaan pemotongan bantuan sosial tunai (BST) di RW 05, Beji, Kota Depok.

“Sementara ada tiga saksi warga, termasuk salah satu yang mengupload di medsos. Berbeda dengan yang cewek ya, ini yang lain lagi,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes, pada wartawan, Sabtu (31/7/2021).

Yogen menuturkan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihaknya.

“Kita masih dalam tahap penyelidikan ini setelah kita ambil keterangan dari beberapa saksi termasuk ketua RW nya ya itu. Nanti akan kita gelar untuk menentukan apakah nanti kita akan naik ketika penyidik atau tidak,” katanya.

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Ramal Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Begini Reaksi Wagub DKI Ariza

“Meskipun mereka mengakui bahwa sudah mengembalikan dana tersebut, namun tidak menggugurkan tindakan pidananya. Setelah kita gelar nanti akan kita tentukan naik ke tahap penyidikan,” timpalnya lagi.

Sebelumnya diberitakan, Ketua RW 05, Beji, Kota Depok, Kuseri, mengatakan bahwa donasi Rp 50 ribu yang diambil dari bantuan sosial tunai (BST) sebesar RP 600 ribu ini, digunakan untuk perbaikan mobil ambulans dan program kain kafan gratis di lingkungannya.

TONTON JUGA:

Donasi ini pun bersifat terbuka untuk seluruhnya, tidak hanya dari warga penerima bansos tersebut.

“Ini donasi yang sudah berjalan, bukan hanya sekarang dalam menghadapi pandemi kita semua swadaya bersama masyarakat termasuk bikin sembako dan sekarang kita sedang sampai urusan nyari untuk oksigen ,” ujar Kuseri di Posko Kampung Siaga Tangguh Jaya RW 05.

Soal perbaikan ambulans, Kuseri mengungkapkan biaya yang dibutuhkan tidaklah sedikit dan cukup besar, menyentuh angka Rp 6,5 juta.

Baca juga: Pemilik Sedan yang Viral Halangi Ambulans Terlacak, Polisi Beri Tenggat 3 Kali Panggilan Klarifikasi

Kuseri mengatakan, ambulans tersebut mengalami turun mesin musabab mobilitasnya yang tinggi.

“Operasional ambulans yang memang ambulans itu sangat diperlukan saat ini selain untuk mengantar orang positif Covid-19, juga orang dengan sakit lain. Ini donasi bukan hari ini saja,” tuturnya.

“Sebelumnya kami sudah mensosialisasikan lewat  RT, tolong kita nanti mohon ada bantuan donasi ambulans kita yang turun mesin, seher, ganti aki, dan lain-lain yang butuh Rp 6,5 juta,” timpalnya lagi.

Saat ini, mobil ambulans tersebut sudah bisa beroperasi setelah diperbaiki.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved