Persija Jakarta

Pemain Persija Jakarta Tony Sucipto Ungkap Rahasia Bisa Main di Bek Tengah hingga Gelandang Serang

Bek Persija Jakarta, Tony Sucipto ungkap rahasia dia bisa bermain sebagai bek sayap, bek tengah bahkan gelandang serang.

Editor: Suharno
Media Persija
Bek Senior Persija Jakarta, Tony Sucipto. Tony Sucipto tetap mampu bermain garang di lapangan meski telah berusia 35 tahun. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bek Persija Jakarta, Tony Sucipto ungkap rahasia dia bisa bermain sebagai bek sayap, bek tengah bahkan gelandang serang.

Pemain seniro Persija Jakarta Tony Sucipto mengaku dia dapat ditempatkan di mana saja tergantung instruksi pelatih.

Mampu bermain diberbagai posisi membuat posisi Tony Sucipto menjadi pemain serba bisa.

Pemain berusia 35 tahun ini bahkan memiliki berbagai posisi seperti bek kiri, bek tengah, bahkan gelandang bertahan.

Dengan kemampuan tersebut, Tony Sucipto menjelaskan jika dia melakukannya untuk membantu tim.

Baca juga: Liga 1 Masih Belum Jelas, Untung Ada Olimpiade Tokyo yang Jadi Hiburan Eks Pelatih Persija Jakarta

Sehingga ditempatkan di mana saja ia akan ikut instruksi pelatih.

Berada pada posisi apapun ia selalu berusaha memberikan yang terbaik.

“Bagi saya, apapun posisi yang diminta pelatih, saya siap melakukan yang terbaik demi membantu tim,” ujarnya dilansir dari laman Persija Jakarta.

Tony juga menjelaskan kunci agar dapat beradaptasi di berbagai posisi.

Ia menegaskan jika yang paling penting adalah mengerti tugas dan fungsi masing-masing posisi.

Hal ini diperlukan karena setiap posisi memiliki tugas yang berbeda.

Baca juga: Kiper Persija Jakarta Kenang Momen Saat Hadapi Mantan Pemain AC Milan

“Kuncinya adalah memahami cara kerja, tugas, dan fungsi masing-masing posisi,” kata Tony.

Selain itu, dia juga memiliki "ritual" sebelum bertanding.

Tony Sucipto memilih memberi sugesti ke diri dengan tugas dan posisi yang akan dia mainkan.

Baca juga: 2 Bulan Gabung Klub Milik Kaesang Pangarep, Gelandang Eks Persija Jakarta Sandi Sute: Enak di Solo

“Saya selalu mensugesti diri dengan mengatakan, ‘Hari ini main di posisi ini, dengan tugas seperti ini’,” kata Tony.

“Kalau pemain lain kan ada yang ‘ritual’ bolak-balik toilet, tapi cara saya adalah mensugesti diri tentang posisi yang akan dimainkan saat itu," katanya.

Kenang momen bersama Timnas

Sebagai salah seorang pemain senior di skuat utama Persija Jakarta saat ini, Tony Sucipto telah mencicipi beragam pengalaman, baik di level klub maupun tim nasional.

Bersama Macan Kemayoran, misalnya, pesepak bola yang kini berusia 35 tahun itu berhasil menyabet trofi Piala Menpora 2021.

Salah satu momen yang diakui Tony menjadi salah satu yang terbaik yang pernah dilaluinya di tataran klub.

Lantas, kapan momen terbaik Tony bersama tim nasional? Tanpa ragu, ia menyebut Piala AFF 2010, kala Indonesia menjadi salah satu tuan rumah kompetisi dwitahunan tersebut.

Baca juga: Jadwal Olimpiade Tokyo 2020 Perempat Final Sepak Bola: Diawali Big Match Spanyol vs Pantai Gading

“Meski hanya runner-up, turnamen itu adalah yang paling berkesan bagi saya,” kata Tony pada Jumat (30/7/2021).

Pengalaman 11 tahun lalu itu meninggalkan kesan tersendiri lantaran Tony merupakan salah seorang pemain baru di tim nasional senior yang dipercaya pelatih Alfred Riedl.

Suasana tim pun diakuinya sangat kondusif. Meski berstatus pemain baru di timnas, ia mengaku diterima baik oleh para langganan tim Garuda.

“Pemain senior sangat support dengan pemain muda yang baru bergabung seperti saya," ungkap Tony yang kala itu berusia 24 tahun.

"Mereka merangkul saya karena sadar kami memiliki tujuan sama yaitu memberikan terbaik bagi timnas,” sambungnya.

Kesolidan tim itu pula yang membuat Tony tidak canggung kala berada di dalam tim.

“Semua setara di lapangan dan sama-sama bekerja keras. Tapi di luar lapangan, tetap menaruh hormat satu sama lain,” pungkasnya.

“Atmosfer penonton juga sangat luar biasa sehingga meninggalkan kesan baik bagi saya sampai sekarang.”

Sebelum dipanggil ke timnas senior untuk Piala AFF 2010, Tony telah melang melintang di tim kelompok umur.

Ia sempat bergabung dengan timnas U-17 di bawah asuhan Jim Bryden, naik ke U-17, sampai akhirnya menjadi andalan timnas senior.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved