Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Ribuan Pasien Covid-19 Meninggal di Luar Faskes, Wagub DKI Akui Sulit Awasi 26 Ribu Warga Isoman

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah mencapai hampir 30 ribu

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam rapat online bersama awak media di Jakarta, Kamis (15/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah mencapai hampir 30 ribu orang.

Sedangkan, pasien yang dirawat di rumah sakit tak lebih dari 15.000 orang.

"Di Jakarta itu isoman ada 26.961 dan yang dirawat di rumah sakit ada 13.849 orang," ucapnya, Sabtu (31/7/2021).

Politisi Gerindra ini menyebut, umumnya warga yang menjalani isoman merupakan pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.

Banyaknya pasien Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri di rumah ini pun menyebabkan pemerintah kesulitan dalam melakukan pengawasan.

Akhirnya, banyak pasien Covid-19 yang kesehatan tidak terpantau dan kondisinya justru semakin memburuk.

Koalisi masyarakat LaporCovid-19 pun mendata, ada 1.214 warga Jakarta yang meninggal di luar fasilitas kesehatan saat tengah menjalankan isoman.

"Dari evaluasi kami, kami minta yang isoman tidak lagi dilakukan di rumah, semaksimal mungkin di tempat-tempat yang telah kami siapkan," ujarnya dalam diskusi virtual.

Baca juga: Polres Metro Tangerang Sediakan 2.500 Dosis Vaksin Dalam Sehari untuk Warga Tangerang

Baca juga: Agum Gumelar: Disiplin Jadi Kunci Untuk Mencegah Berkembangnya Covid-19

Baca juga: Gubernur Anies Sebut Capaian Vaksinasi di DKI Jakarta Tembus 7,5 Juta Dosis

Terlebih, saat ini banyak tempat isolasi terkendali yang sudah mulai kosong setelah kasus aktif Covid-19 di ibu kota berangsur turun.

"Kami khawatir isoman di rumah masing-masing tidak memenuhi standar yang kami minta atau disiplinnya tidak terjadi. Jadi sedapat mungkin isoman dilakukan di tempat-tempat yang telah kami siapkan," tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta warga yang menjalankan isoman untuk selalu mengabarkan kondisi kesehatan mereka kepada anggota keluarga lainnya.

Tujuannya agar kondisi kesehatan mereka bisa terus terpantau, sehingga tidak  ada lagi pasien Covid-19 yang meninggal di luar fasilitas kesehatan.

"Jadi penting sekali perlunya kerja sama baik antara pasien isoman dengan keluarga masing-masing, di samping dengan puskesmas, RT/RW dan Satgas yang ada di lingkungan masing-masing," kata Ariza.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved