Breaking News:

Tidar Ajak Masyarakat Bangkit dan Optimis di Tengah Pandemi

Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan Tidar Rahayu Saraswati mengajak anak-anak muda di Indonesia tidak pesimis di tengah pandemi Covid-19.

Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Organisasi sayap Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) menggelar kegiatan Ragam Aktualisasi Tidar atau Radar. Tujuannya untuk memupuk optimisme di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Bidang Pengembangan Peranan Perempuan Tidar Rahayu Saraswati mengajak anak-anak muda di Indonesia tidak pesimis di tengah pandemi Covid-19.

Anak muda dan masyarakat Indonesia harus optimis dan mencari peluang di tengah krisis akibat pandemi. Sebab, kata dia, optimisme akan membukakan jalan keluar dari segala permasalahan, salah satunya ekonomi. Mereka harus tetap optimis untuk mencari peluang.

"Ini adalah kesempatan emas kita untuk mencari kesempatan. Orang-orang sukses adalah mereka yang mencari solusi dari sebuah kekurangan, istilahnya dunia butuh apa gw profitnya dimana," ujar Sara dalam diskusi bertajuk “Jangan Kendor!! Tetap Produktif dan Optimis”.

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Kawendra Lukistian mengatakan, di tengah pandemi seperti ini memang ada orang yang jatuh dan bangun. Namun, sebagai generasi muda jangan pantang menyerah dengan keadaan.

"Sebetulnya ketika berbicara mengenai krisis ini kita sudah membuktikan bahwa saat 1998 bahkan banyak pengusaha-pengusaha muda yang justru yang menjadi pengusaha yang spartan. hadir di tengah krisis," ucap Kawendra.

Dengan demikian, dia mengajak segenap masyarakat Indonesia tidak terpuruk dengan keadaan. Mereka harus optimis dan produktif.

"Jadi kadang-kadang, momentum krisis itu momentum yang menguji kemampuan dia berfikir," tutur dia.

Dia sedikit memberikan saran kepada masyarakat yang ingin berusaha di tengan pandemi. Sebaiknya, kata dia, jika ingin membuka usaha tidak mengutamakan keuntungan semata.

"Kita lihat sebenarnya entrepreneurship yang panjang yang orientasinya bukan hanya keuntungan, tapi hadir dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. Artinya bisa melihat momentum kebutuhan masyarakat bukan orientasi keuntungan," ucap dia.

Baca juga: Dukung Pemprov DKI Ciptakan Herd Immunity, LRT Jakarta Gelar Penyuluhan Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Presiden AS Joe Biden Ramal Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Begini Reaksi Wagub DKI Ariza

Baca juga: Mendagri Terus Semangati Pemerintah Daerah Dalam Menghadapi Pandemi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved