Persija Jakarta

Tips Tony Sucipto Agar Bisa Bermain di Berbagai Posisi, Ada Ritual Khususnya

Tak salah rasanya menjuluki Tony Sucipto sebagai pemain serba bisa. Pemain Persija Jakarta itu kerap mengisi berbagai pos sesuai kebutuhan tim.

Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA/Dokumentasi Persija Jakarta
Pemain bertahan Persija Jakarta, Tony Sucipto bersiap menerima bola dari rekannya d Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (20/5/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tak salah rasanya menjuluki Tony Sucipto sebagai pemain serba bisa. Pemain Persija Jakarta itu kerap mengisi berbagai pos sesuai kebutuhan tim.

Terkadang, pemain berusia 35 tahun itu ditempatkan di posisi bek kiri. Namun di lain kesempatan, ia tetiba bersalin rupa menjadi bek tengah atau gelandang bertahan.

Ya, Tony memang pemain serba bisa. Ia mampu melakoni banyak posisi secara baik. Tak cuma kala berseragam Persija, tapi juga di tim nasional.

Saat ditanya mengenai multiposisi tersebut, Tony mengaku tak mempermasalahkannya. Ia pun enggan memilih pos favorit di lapangan hijau.

“Bagi saya, Apapun posisi yang diminta pelatih, saya siap melakukan yang terbaik demi membantu tim,” ujar Tony seperti dikutip dari laman resmi klub, Sabtu (31/7/2021).

Tony memulai karir sebagai stopper di usia muda, lalu bersalin menjadi bek kiri saat memperkuat tim nasional Indonesia di SEA Games 2005.

Lantas, bagaimana cara Tony mampu beradaptasi dengan beragam posisi itu?

“Kuncinya adalah memahami cara kerja, tugas, dan fungsi masing-masing posisi,” ungkap Tony.

Untuk mendalami hal itu, Tony mengaku kerap menyimak video-video pertandingan sepak bola Eropa. Dari sana, ia belajar untuk kemudian mengaplikasikannya saat di lapangan hijau.

Serta tak kalah penting, menjalani sebuah “ritual” personal menjelang pertandingan.

“Saya selalu mensugesti diri dengan mengatakan, ‘Hari ini main di posisi ini, dengan tugas seperti ini’,” pungkas Tony.

“Kalau pemain lain kan ada yang ‘ritual’ bolak-balik toilet, tapi cara saya adalah mensugesti diri tentang posisi yang akan dimainkan saat itu.”

Baca juga: Kiper Persija Jakarta Kenang Momen Saat Hadapi Mantan Pemain AC Milan

Baca juga: Cerita Pemain Persija Jakarta Punya Kesenangan Baru saat Libur PPKM, Mainnya Harus Siang-siang

Baca juga: Ismed Sofyan Kenang Momen Pahit Ditinggal Pemain Utama Persija saat Tim Sedang Terpuruk

Kegiatan saat libur PPKM

Penerapan PPKM Darurat mengharuskan manajemen Persija Jakarta meliburkan para pemain.

Pemain tim Macan Kemayoran harus berlatih mandiri untuk menjaga kebugaran selama libur PPKM Darurat.

Latihan seorang diri pun kadang membuat pemain bosan karena melakukannya sendiri tanpa adanya teman ataupun pelatih.

Pemain serba bisa Tony Sucipto pun punya cara agar tidak bosan selama libur PPKM Darurat usai menjalani latihan mandiri.

Ia biasanya melakoni kesenangannya di luar sepak bola yakni bermain PlayStation.

“Saya biasa bermain siang hari, setelah anak-anak makan siang,” ujar Tony seprti dikutip dari laman resmi klub, Jumat (30/7/2021).

Lantas, apa game favorit pesepak bola 35 tahun itu? Apakah ia memilih bermain game sepak bola, seperti karirnya di dunia nyata?

“Saya suka genre horror series seperti Resident Evil,” ungkap Tony.

“Makanya saya main siang-siang. Kalau malam, bisa diomeli tetangga karena suka berteriak kaget kalau sedang nge-game,” tambahnya seraya tertawa.

Tony bergabung dengan Persija pada 2019 dan menjadi salah satu andalan Macan Kemayoran. Sejauh ini, ia telah meraih trofi turnamen pramusim Piala Menpora.

Ingin juara bersama Persija

Pemain Persija Jakarta, Tony Sucipto, bicara terkait targetnya bersama Macan Kemayoran.

Dalam hal ini, Tony Sucipto bertekad untuk menjuarai Liga 1 dengan Persija Jakarta.

Dilansir dari Bolasport, pemain berusia 35 tahun itu belum ingin menyudahi kariernya.

Tony masih memiliki rasa penasaran lantaran belum pernah mencicipi mahkota kasta tertinggi sepakbola nasional bersama pasukan oranye.

Sejatinya pemain berposisi sebagai bek itu sudah pernah menyabet gelar juara Liga Indonesia.

Tepatnya ini terjadi pada tahun 2014 silam bersama Persib Bandung.

Jika keinginan Tony juara bersama Persija bisa terwujud, tentu akan menjadi prestasi tersendiri baginya.

Pasalnya, Tony bakal menjadi orang yang mampu meraih gelar juara liga dengan dua tim besar Indonesia yakni Persib dan Persija.

"Saya penasaran ingin juara liga bersama Persija," kata Tony, dilansir dari laman resmi klub.

Sementara itu, peluang Persija Jakarta untuk menjadi juara musim ini cukup besar.

Penampilan yang ciamik di Piala Menpora 2021 merupakan buktinya.

Seperti yang diketahui, beberapa waktu lalu Persija sukses mengandaskan Persib di final untuk meraih gelar Piala Menpora 2021.

Dengan hadirnya sosok Angelo Alessio sebagai pelatih bakal semakin memperbesar peluang tersebut. (Persija.id)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved