Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Cerita Kinong Harus Relakan Warkopnya Gulung Tikar Imbas Pandemi: Modal Habis dan Tak Kembali

Rizky atau akrab disapa Kinong merupakan anak muda yang memilih merintis usaha setelah terkena PHK

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Kinong, anak muda yang harus merelakan warkopnya gulung tikar imbas pandemi, Senin (2/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Imbas pandemi Covid-19, usaha warung kopi (Warkop) milik Rizky Gunawan (23) terpaksa gulung tikar.

Rizky atau akrab disapa Kinong merupakan anak muda yang memilih merintis usaha setelah terdampak pengurangan karyawan atau PHK.

Dengan pesangon dan uang tabungan yang dimiliki, ia memberanikan diri meneruskan usaha temannya yang hampir bangkrut.

"Dulu sempat kerja tapi memang kena PHK. Jadi bingung juga ngelamar belum dapat. Terus diajakin join modal sama teman, Doni yang punya Warkop Karim. Akhirnya saya coba," katanya kepada TribunJakarta.com, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Bantu Pulihkan Usaha Terdampak Pandemi, Asbarindo Apresiasi Penolakan Pengenaan Anti Dumping

Mulanya, Kinong tak berpikir akan memulai usaha warkop.

Namun, saat ia sedang main di Warkop Karim milik Dani, ia mendengarkan curhatan terkait finansial warkop tersebut.

Dani menceritakan bila ia tak sanggup lagi membayar uang sewa toko lantaran modalnya habis.

Daya beli konsumen yang menurun membuat pemasukannya terus menipis. Sementara setiap harinya perutnya harus terisi.

Yap, sebagai anak rantau, Dani tak pernah mengandalkan keluarganya. Ia coba bertahan dari keadaan sulit dan pantang menyerah.

"Akhirnya Dani buka pembicaraan sama saya dan ngajak saya untuk bantu dia," lanjutnya.

Baca juga: Diperpanjang Sampai 2 Agustus, Ini Daftar Usaha yang Boleh Buka Sampai Malam Selama PPKM Level 4

"Nong, lu ada uang nggak? Gua pinjam dulu kalau ada untuk bayar sewa warkop," kata Dani kala itu.

"Ada. Ya sudah pakai aja dulu," sahut Kinong.

"Namanya teman lama akhirnya saya kasih Rp 1,5 juta untuk bantu bayar sewa warkop. Di situ belum diajakin join ya," jelasnya.

Lambat laun, Dani kembali curhat dan bercerita bila dirinya tak sanggup lagi melanjutkan.

Di sanalah ia mulai mengajak Kinong bergabung.

"Akhirnya saya mau. Itu tepat di bulan September 2020. Karena dia juga enggak bisa balikin uang saya, jadi diajak merintis usaha bareng aja," paparnya.

Dimulai dengan modal Rp 200 ribu, sedikit demi sedikit dirinya membelikan kebutuhan warkop.

Mulai dari kopi, mie instan hingga akhirnya kebutuhan lainnya bisa terpenuhi.

"Alhamdulillah berjalan lancar. Masih bisa bertahan di tengah pandemi itu ya. Sehari itu bisa dapat minimal Rp 250 ribu," ungkapnya.

Selama enam bulan usahanya berjalan lancar. Namun klimaksnya terjadi di bulan Februari 2021.

Langganannya perlahan mulai berkurang dan memaksanya gulung tikar.

"Lama-lama habis modalnya. Pendapatan terus berkurang sampai benar-benar dibawah Rp 150 ribu. Pas Februari 2021 lalu akhirnya dialihin ke orang lain buat lanjutin usahanya," jelasnya.

Alasan gulung tikar

Secara lokasi, Warkop Karim yang dirintis Kinong sebenarnya berada di lokasi yang strategis.

Baca juga: Kibarkan Bendera Putih Gambar Emoticon Menangis, Pelaku Usaha: Kami Serahkan Karyawan ke Negara

Berada di Jalan Raya Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, warkop tersebut menjadi bascamp atau tempat berkumpulnya para driver ojek online (ojol).

Namun lantaran orderan driver ojol yang sulit didapat, sangat berdampak kepada usaha warkopnya.

"Mulai dari situ sebenarnya yang akhirnya penghasilan menurun. Sasaran utama kita kan driver ojol. Ya kalau nggak ada orderan mereka juga gak bisa jajan biarpun sekedar beli kopi," ungkapnya.

"Malahan kadang-kadang mereka ngutang dan sampai sekarang belum dibayar. Ditagih katanya nanti pas ada rezeki dibayar," jelasnya.

Baca juga: Puluhan Tempat Usaha dan Restoran di Jakpus Langgar Prokes Selama PPKM Darurat, 35 Dicabut Izinnya

Akhirnya, modal pun habis dan Kinong terpaksa merelakan semuanya.

"Ya sudah diambil baiknya aja. Yang penting saya sudah berani untuk memulai. Ya mungkin nanti ada rezeki lain untuk saya," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved