Breaking News:

Cerita Kriminal

Kenangan Dibully SMP Masih Membekas, 20 Tahun Kemudian Gentong Tuntaskan Dendam ke Kakak kelas

Kenangan dibully kakak kelas saat SMP ternyata masih terus membekas di ingatan Andi Prasetyo alias Gentong (38). Ia pun menuntaskan dendamnya.

Net
Ilustrasi Penganiayaan. Kenangan dibully kakak kelas saat SMP ternyata masih terus membekas di ingatan Andi Prasetyo alias Gentong (38). 

Peristiwa petani bunuh tetangganya itu terjadi di Kampung Sawah Kapintul, Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang, Banten pada Minggu (25/7/2021) sore.

Insiden pembunuhan itu berawal saat warga Desa Kincang dihebohkan dengan penemuan jasad pria pada Senin (26/7/2021) pagi.

Jasad tersebut ditemukan dalam kondisi penuh luka.

Terungkap jasad pria tersebut bernama Suganda.

Petugas Polres Pandeglang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) temuan mayat petani diduga korban pembunuhan di sebuah gubuk di tengah sawah di Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (26/7/2021).
Petugas Polres Pandeglang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) temuan mayat petani diduga korban pembunuhan di sebuah gubuk di tengah sawah di Desa Koncang, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (26/7/2021). (Dok. Polres Pandeglang via Tribun Banten)

Jasad Sugandi pertama kali ditemukan oleh sang anak bernama Husen (25) saat mengantar makanan kepada ayahnya.

Saat itu, jasad Sugandi ditemukan dalam posisi terlentang.

Polisi menemukan sejumlah luka bacokan di tangan hingga dada korba.

"Ya, diduga dibunuh. Karena ditemukan terdapat tujuh sabetan bacokan di bagian tangan dua, di bagian dada dua, di bagian punggung satu dan dibagian leher, di bawah punggung ada juga dan lainnya, yang membuat korban meninggal dunia," ujar Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Mauludi dikutip dari Tribun Banten, Selasa (27/7/2021).

Suganda ternyata dibunuh oleh tetangganya bernama Kalil.

Saat itu, pelau tiba-tiba menyerang korban yang tengah duduk di dalam gubuk.

Baca juga: Ingat Kasus Pria Aniaya Perawat di Palembang? Dituntut 2 Tahun Bui,Ini Hal Meringankan & Memberatkan

Kalil menyerang korban dengan senjata tajam.

Pelaku membacokkan senjata tajam ke tubuh, kepala dan bahu korban sebanyak 10 kali hingga telinga kirinya terputus.

Pelaku lalu meninggalkan jasad korban di tengah sawah.

Jasad korban lalu ditemukan keesokan harinya.

Dendam Kesumat 15 Tahun Lalu

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya mengamankan pelaku.

Pelaku ditangkap saat sedang Bertani di sekitar lokasi pembunuhan atau di sawah.

"Dia adalah tetangga korban, tinggalnya tidak jauh dari rumah korban," kata Fajar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku membunu Terkuak dendam kesumat 15 tahun membuat seorang petani menghabisi nyawa tetangganya di tengah sawah di Pandeglang.

Baca juga: Misteri Temuan Jasad Pasutri di Rumah, Oding Akhiri Hidup Tenggak Racun Setelah Aniaya Istrinya

Pelaku bernama Kalil (64) menghabisi tetangganya yang juga seorang petani, Suganda (50).

Kalil ternyata dendam kesmuat terhadap ayah Suganda.

Menurut Fajar, pelaku memiliki dendam terhadap orang tua koban 15 tahun lalu.

"Dendamnya itu dulu, pelaku tanam bibit ikan di sawah, tapi yang panen bapaknya korban sekarang sudah meninggal, intinya sakit hati dia yang urus yang besarkan tapi yang menikmati orang lain, kejadian sekitar 15 tahun lalu, dilampiaskan sekarang ke korban," kata Fajar, mengutip Kompas.com.

Pelaku Merasa Diremehkan

Selain dendam, pelaku juga mengaku kerap dibuat sakit hati oleh korban.

Pelaku merasa diremehkan.

Pelaku mengaku, korban numpang hidup di rumahnya setelah ditinggal sang ayah.

Selama menumpang hidup, korban disebut sering tidak membayar uang listrik.

Sementara saat ditagih, orban malah cuek.

"Semaunya kadang dibayar, kadang tidak. Waktu rusak disuruh ganti rugi tetapi dicuekin, saat ditagih sama saya ngomongnya tidak direspon, malah melawan balik saya,” kata pelaku, Rabu (28/7/2021) mengutip Tribun Banten.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Mauludi mengatakan setelah melakukan pembunuhan terhadap korban, pelaku dilihat oleh saksi mata yang melihat kejadian tersebut.

"Saksi yang melihat sempat diancam oleh pelaku untuk tidak ikut campur, selain itu juga saksi mata yang melihat kejadian tersebut merasa takut lantaran banyak darah yang berada di sekitar TKP pembunuhan," terangnya.

Kini pelaku disangkakan 338 KUHP jo 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Pembunuhan Tetangga di Pandeglang, Pelaku Punya Dendam Masa Lalu kepada Ayah Korban dan di TribunJateng.com dengan judul Sudah 20 Tahun Tidak Bertemu, Andi Pukuli Kakak Kelasnya karena Teringat Sering Dibully saat SMP,

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved