Persija Jakarta

Masa Depan Persija Jakarta Ada di Tangan Pemain Muda, Tony Sucipto: Jangan Minder dan Kerja Keras

Bek Persija Jakarta, Tony Suciptob menaruh harapan besar kepada pemain muda yang ada di tim utama Persija Jakarta musim ini.

Editor: Wahyu Aji
Media Persija
Bek Senior Persija Jakarta, Tony Sucipto. Tony Sucipto tetap mampu bermain garang di lapangan meski telah berusia 35 tahun. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Bek Persija Jakarta, Tony Suciptob menaruh harapan besar kepada pemain muda yang ada di tim utama Persija Jakarta musim ini.

Pesepak bola 35 tahun tersebut menilai, Persija Jakarta bakal memiliki masa depan cerah andaikata pemain junior dapat terus mengembangkan diri.

“Persija akan menerima hasil positif jika pemain muda dapat meningkatkan kemampuan,” kata Tony dilansir dari Persija.id, Senin (2/8/2021).

Baca juga: Momen Berkesan Bek Persija Jakarta Saat Berseragam Timnas Indonesia di Piala AFF 12 Tahun Silam

Agar dapat terus berkembang, Tony pun berharap para pemain muda tidak minder kendati dikelilingi pemain senior, baik saat berlatih atau dipercaya tampil sebagai starting eleven.

Tony mengambil contoh dirinya saat dipanggil pelatih Alfred Riedl memperkuat tim nasional senior pada Piala AFF 2010.

Sebagai salah seorang pemain muda, ia tidak canggung dan tetap berusaha tampil maksimal meski dikelilingi para senior.

“Sebagai pemain muda, saya menghormati dan respek kepada yang senior, tapi di sisi lain tidak merasa minder,” kata Tony.

Pemain senior Persija Jakarta Tony Sucipto
Pemain senior Persija Jakarta Tony Sucipto (Media Persija)

“Hal itu yang ingin saya sampaikan kepada pemain muda di Persija Jakarta sekarang. Jangan minder sama senior yang masih mau bekerja keras untuk tim.”

Persija mempromosikan banyak pemain muda jelang kompetisi musim 2021.

Dalam turnamen pramusim Piala Menpora lalu, Macan Kemayoran bahkan mendaftarkan sepuluh pemain muda.

Beberapa di antaranya belakangan mampu tampil apik bahkan menjadi penentu kemenangan tim di partai krusial.

Bangganya Tony berseragam Timnas Indonesia

Tony Sucipto menceritakan pengalaman paling diingat saat berseragam Timnas Indonesia.

Tony Sucipto menceritakan jika dia paling berkesan saat bermain di Piala AFF 2010.

Saat itu usianya masih 24 tahun dan masih menjadi junior di Timnas Indonesia.

“Meski hanya runner-up, turnamen itu adalah yang paling berkesan bagi saya,” kata Tony dilansir BolaSport.com dari laman Persija Jakarta.

Tony Sucipto mengatakan jika saat bermain untuk Timnas Indonesia mendapat dukungan penuh dari seniornya, sehingga dia merasa nyaman bermain dalam tim.

“Pemain senior sangat support dengan pemain muda yang baru bergabung seperti saya," jelasnya.

Pemain berusia 35 tahun ini mengaku jika bermain dengan senior tidak membuatnya canggung, tapi dia merasa ada kebersamaan di dalam tim.

Hal ini karena semua memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan yang terbaik.

"Mereka merangkul saya karena sadar kami memiliki tujuan sama yaitu memberikan terbaik bagi timnas,” kata Tony Sucipto.

Tony menjelaskan jika pada saat tersebut tim saling menghormati antar pemain.

“Semua setara di lapangan dan sama-sama bekerja keras. Tapi di luar lapangan, tetap menaruh hormat satu sama lain,” ujarnya.

Selain itu, atmosfer penonton juga membuatnya bangga.

Apalagi pada saat tersebut, Indonesia menjadi tuan rumah.

“Atmosfer penonton juga sangat luar biasa sehingga meninggalkan kesan baik bagi saya sampai sekarang," ujarnya.

Keuntungan Persija Jakarta

Pemain senior Persija Jakarta, Tony Sucipto mengungkapkan rahasia mengapa dirinya kerap dipercaya bermain di banyak posisi di lapangan.

Tony Sucipto memang dikenal sebagai pemain serba bisa menempati banyak posisi di lapangan.

Kelebihan tersebut membuat Persija Jakarta mendapatkan banyak keuntungan karena bisa menempatkan sang pemain di posisi berbeda-beda.

Pemain yang akrab disapa Toncip itu kerap dipercaya bermain di posisi bek kanan dan kiri, bek tengah, dan gelandang bertahan.

Pemain berusia 35 tahun itu bisa tampil sebagai bek dan gelandang, baik bersama Macan Kemayoran atau Timnas Indonesia.

Saat ditanya mengenai multiposisi tersebut, Tony mengaku tak memermasalahkannya.

Aksi Tony Sucipto saat memperkuat Persija Jakarta di kompetisi kasta tertinggi Liga 1 2019.
Aksi Tony Sucipto saat memperkuat Persija Jakarta di kompetisi kasta tertinggi Liga 1 2019. (Media Persija)

Ia pun enggan memilih pos favorit di lapangan hijau.

“Bagi saya, Apa pun posisi yang diminta pelatih, saya siap melakukan yang terbaik demi membantu tim,” kata Tony dikutip dari persija.id.

Tony memulai karier sebagai stopper di usia muda, lalu bersalin menjadi bek kiri saat memerkuat Timnas Indonesia di SEA Games 2005.

Tony punya cara mampu beradaptasi dengan beragam posisi itu.

“Kuncinya adalah memahami cara kerja, tugas, dan fungsi masing-masing posisi,” ujar Tony Sucipto.

TONTON JUGA

Untuk mendalami hal itu, Tony mengaku kerap menyimak video-video pertandingan sepak bola Eropa.

Dari sana, dia belajar untuk kemudian mengaplikasikannya saat di lapangan hijau.

Serta tak kalah penting, menjalani sebuah “ritual” personal menjelang pertandingan.

“Saya selalu mensugesti diri dengan mengatakan, ‘Hari ini main di posisi ini, dengan tugas seperti ini," terang Tony.

“Kalau pemain lain kan ada yang ‘ritual’ bolak-balik toilet."

"Tetapi cara saya adalah mensugesti diri tentang posisi yang akan dimainkan saat itu," imbuh Tony.

Main Game Horor

Di sisi lain, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga 2 Agustus mendatang membuat pemain Persija Jakarta harus jalani latihan mandiri.

Pemerintah melaksanakan PPKM Level 4 untuk memutus penyebaran virus corona (Covid-19) di Tanah Air.

Selama masa PPKM Level 4, tim pelatih belum memberikan instruksi untuk menggelar kembali latihan bersama.

Hal itu membuat para pemain bisa latihan sendiri sambil menjalani kegiatan atau hobi lain di luar sepak bola.

Hal itu berlaku pula bagi pemain serba bisa Tony Sucipto.

Selepas berlatih mandiri untuk menjaga kondisi, pemain yang tampil di lini belakang itu bermain bersama anak atau menemani mereka bersekolah online.

Selain itu, Tony juga dapat dapat melakoni kesenangannya di luar sepak bola, yaitu bermain PlayStation.

TONTON JUGA

“Saya biasa bermain siang hari, setelah anak-anak makan siang,” kata Tony.

Terkait game favorit, ternyata Tony menyukai game di luar sepak bola.

“Saya suka genre horror series seperti Resident Evil,” ujar pemain berusia 35 tahun itu

"Oleh karena itu, saya mainnya siang-siang."

"Kalau malam, bisa diomeli tetangga karena suka berteriak kaget kalau sedang nge-game,” tutur Tony.

TONTON JUGA

Tony bergabung dengan Persija pada 2019 dan menjadi salah satu andalan Macan Kemayoran.

Sejauh ini, ia telah meraih trofi turnamen pramusim Piala Menpora 2021.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved