Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi Anjlok Gara-gara PPKM Darurat, Serapannya Cuma 20 Persen

Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi Anjlok Gara-gara PPKM Darurat, Serapannya Cuma 20 Persen

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, serapan pendapat asli daerah (PAD) Kota Bekasi anjlok imbas penerapan kebijakan PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021.

"Saya yang sebulan ini sejak 3 Juli sampai dengan terakhir Juli, itu ya mungkin bisa 20 persen (serapannya) dari target triwulan," kata Rahmat di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (2/8/2021).

Pepen sapaan akrabnya menambahkan, PAD Kota Bekasi selama ini memang banyak diserap dari berbagai sektor.

Namun, kebijakan PPKM Darurat dan PPKM Level yang mengharuskan mal tutup, restoran dilarang makan ditempat memengaruhi PAD Kota Bekasi dari sektor tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap 9 Anggota Geng Motor Terkait Tawuran di Bekasi yang Tewaskan 1 Orang

"Kan pajaknya dari masyarakat, sekarang masyarakat aja susah, PBB (pajak bumi bangunan), pajak motor, makan di restoran, restorannya tutup, parkir, malnya tutup," jelas dia.

Pepen menjelaskan, jika dalan kondisi normal, PAD Kota Bekasi per hari memiliki target mencapai Rp3,5 miliar.

Baca juga: Wali Kota: Jika PPKM Diperpanjang, Kota Bekasi Idealnya Masuk Kategori Level 2

"Kalau dapat Rp2 miliar masih untung, itu 80 persen dari target, tapi kalau Rp500 juta itu cuma sekitar 20 persen dari target," ucapnya.

"Kalau cuman 20 persen berarti lostnya (hilangnya) kan 80 persen, lost 80 persen sehari dua hari, tiga hari nah makin lama kan," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved