Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Vaksinasi Covid-19 di Tangerang Selatan Berlangsung Lambat, Benyamin Davnie Sebut Nakes Kelelahan

Benyamin menyebut, pangkal perkara jauhnya realisasi dari target itu lantaran tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi petugas vaksinasi kelelahan

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di Kantor Dinas Kesehatan Tangsel, Serpong, Senin (2/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Vaksinasi Covid-19 di Tangerang Selatan (Tangsel) dengan realisasinya bak jauh panggang dari api. 

Untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity, Pemkot Tangsel memasang target 1.073.226 warganya tervaksinasi sampai akhir Agustus 2021 ini.

Namun, sampai saat ini, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan, presentase realisasi vaksinasi Covid-19 hanya sebesar 34 persen untuk dosis pertama.

Prosentase vaksinasi dosis keduanya lebih kecil, hanya 20%.

"Dari target 1 juta lebih sudah tervaksin 34% atau 300 ribuan lebih jiwa untuk vaksin pertama dan vaksin kedua sudah bagus sekali dan ini akan kita terus lakukan vaksinasi," ujar Benyamin di Kantor Dinas Kesehatan Tangsel, Serpong, Senin (2/8/2021).

Benyamin menyebut, pangkal perkara jauhnya realisasi dari target itu lantaran tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi petugas vaksinasi mengalami kelelahan.

"Yang sekarang kita masih harus cari solusinya adalah  ketersediaan tenaga medis untuk vaksinasi, kelelahan.  Teman-teman saya dari Dinas Kesehatan, dokter yang melakukan vaksinasi itu kelelahan, cukup lelah, cukup lelah," kata Benyamin.

Baca juga: Santri Pondok Pesantren Attaqwa Bekasi Menjalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Polisi Periksa Istri Jerinx Terkait Kasus Dugaan Pengancaman, Ponsel Nora Alexandra Disita

Baca juga: Polisi Masih Periksa Pengendara Moge Terkait Kecelakaan Maut di Bintaro

Orang nomor satu di Tangsel itu berterima kasih kepada sejumlah pihak yang sudah membantu proses vaksinasi Covid-19 beserta penyediaan nakesnya.

"Nah ini saya juga berterima kasih beberapa pihak memberi bantuan tenaga medisnya," kata Benyamin. 

Lambatnya proses vaksinasi bukan karena ketersediaan vaksin.

Saat ini, Tansgel masih menyimpan 80.000 dosis vaksin Covid-19, dan akan segera disuntikkan ke warga yang belum tervaksinasi.

"Ketersediaan vaksin masih cukup untuk kurang lebih 80 ribu orang, seminggu ini harus selesai. Didrop langsung kita selesaikan, didrop langsung kita habiskan, kaya gitu. Sekarang kita mengejar  untuk 80 ribu orang," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved