Breaking News:

Viral Surat Kegiatan Agustusan di Depok, Ini Tanggapan Camat dan Satpol PP

Camat Pancoran Mas, Utang Wardaya, mengatakan, pihaknya melarang tegas segala bentuk kegiatan perlombaan pada pandemi Covid-19 ini

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
ilustrasi lomba panjat pinang di Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (18/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Selembar kertas pemberitahuan pada warga untuk memberikan kontribusi uang sebesar Rp 35 ribu untuk keperluan kegiatan 17 Agustusan di Kota Depok, Jawa Barat, menjadi viral di sosial media.

Meski telah dihapus, namun unggahan surat pemberitahuan di akun instagram @depok24jam itu telah mendapat lebih dari 7 ribu likes dan puluhan komentar.

Ditujukan untuk seluruh warga RT 04/11 Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, uang sebesar Rp 35 ribu itu akan digunakan untuk keperluan lomba Agustusan, hadiah, hingga acara panggung penutupan.

Menanggapi hal tersebut, Camat Pancoran Mas, Utang Wardaya, mengatakan, pihaknya melarang tegas segala bentuk kegiatan perlombaan pada pandemi Covid-19 ini.

“Tidak boleh ada perlombaan sudah dijelaskan melalui surat edaran Wali Kota Depok,” kata Utang dikonfirmasi wartawan, Senin (2/8/2021).

Utang juga mengaku, bahwa surat edaran Wali Kota Depok yang berisi tentang larangan pelaksanaan lomba Agustusan telah disebar oleh pihaknya.

 “Sudah kami berikan ke kelurahan dan meminta disebarkan ke pengurus lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, mengatakan, menurutnya kegiatan perlombaan bukanlah hal yang bersifat urgent.

Baca juga: Calon Penerima Bansos di Jakarta Pusat Wajib Vaksin, Warga: Kalau Niat Kasih Bansos ya Kasih

Baca juga: Bikin SKCK di Kota Tangerang Wajib Membawa Sertifikat Vaksin Covid-19

Baca juga: 89 Persen Pelajar di Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur Sudah Divaksin Covid-19

“Itu kan bukan kegiatan yang urgent dan harus dilakukan segera. Cukup baik juga bila dilakukan antisipasi melalui RT dan RW. Mungkin kita sampaikan ke pemangku kebijakan yang menyangkut RT dan RW,” katanya lewat sambungan telepon.

“Saya berharap tidak ada kerumunan untuk hal-hal yang tidak urgent. Hal yang urgent kan misalnya divaksin kan berkerumun tapi bisa kita antisipasi. Tapi kalau 17 Agustus gak usahlah harusnya untuk dijadikan agenda tahun ini,” timpalnya lagi.

Lienda berharap agar masyarakat senantiasa melakukan pencegahan Covid-19 dengan tidak mengadakan kegiatan yang berkerumun.

“Saya mengharapkan warga masyarakat harus tetap waspada untuk melakukan pencegahan penularan Covid-19 dengan tidak berkerumun, apalagi kerumunannya untuk hal-hal yang tidak urgent. Kalau untuk peringatan 17 Agustus kita peringati dalam bentuk lain yang tidak ada potensi menularkan kepada orang lain,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved