Persija Jakarta

Cerita Bambang Pamungkas Awal Gabung Persija, Minta Syarat Terkesan Songong tapi Mampu jadi Top Skor

Mantan bomber Persija Jakarta, Bambang Pamungkas membeberkan awal mula dirinya bergabung dengan Persija Jakarta.

Editor: Elga H Putra
Suci Rahayu/BolaSport.com
Selebrasi penyerang Persija, Bambang Pamungkas seusai mencetak gol ke gawang Mitra Kukar pada laga 8 Besar Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Kota Solo, Minggu (4/2/2018) sore. SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan bomber Persija Jakarta, Bambang Pamungkas membeberkan awal mula dirinya bergabung dengan Persija Jakarta.

Bepe, sapaan akrab sosok yang kini menjabat manajer Persija Jakarta itu bergabung dengan Macan Kemayoran di musim 1999-2000.

Saat awal karirnya di sepak bola, siapa sangka bahwa ternyata Persija Jakarta sebenarnya bukan tujuan utama Bepe muda.

Hal itu dibeberkan oleh mantan pemain yang lekat dengan nomor 20 itu saat berbincang di akun Youtube Persija Jakarta.

Dikatakan Bepe, saat itu dirinya yang masih begitu muda sadar bahwa saat itu Persija Jakarta merupakan tim dengan sejumlah bintang nasional.

"Ketika gue beralih ke (karir) pro tahun 1998-1999, Persija strikernya empat pemain nasional semua, ada Widodo C Putro, Miro Baldo Bento, Rochy Putiray dan Joko Susilo," kata Bepe dikutip TribunJakarta.com dari akun Youtube Persija Jakarta, Selasa (3/8/2021).

"Jadi enggak ada pemikiran main di Persija karena semua strikernya pemain nasional.

Meskipun gue juga pemain nasional tapi level gue masih junior," sambung Bepe.

Namun beberapa waktu kemudian terjadi sesuatu di Persija Jakarta yang membuat karir pria kelahiran Salatiga, Jawa Tengah itu justru bersinar di ibu kota.

"Tiba-tiba saat itu ada pergolakan di Persija dan tiga dari empat striker itu keluar," cerita Bepe.

Bepe menuturkan, padahal saat itu dirinya ingin berlabuh ke salah satu klub lain yang juga ada di Jakarta.

Namun karena di saat bersamaan Persija Jakarta yang merupakan tim besar menawarkannya peluang untuk bergabung, tak butuh waktu lama bagi Bepe untuk menyatakan kesiapannya menjadi bagian dari Macan Kemayoran.

"Ketika ditawarin itu enggak butuh waktu lama untuk gue gabung ke Persija," kata Bambang Pamungkas.

Baca juga: Bambang Pamungkas Mengira Tak Akan Cocok dengan Presiden Persija: Masing-masing Punya Ideologis

Ajukan Syarat 'Songong'

Meski berstatus pemain muda yang baru bergabung ke klub besar tanah air, Bambang Pamungkas berani mengajukan syarat kepada manajemen Macan Kemayoran kala itu.

Bepe meminta dirinya mendapatkan kesempatan bermain di 50% pertandingan Persija Jakarta musim itu.

"Itu syarat yang kalau orang bilang ketika itu 'Songong amat sih lu, anak baru kemarin sore main di Persij minta 50 persen main'." ujar Bepe menceritakan syarat yang diajukannya dulu ketika bergabung ke Persija Jakarta.

Tapi nyatanya syarat yang diajukan Bepe itu disanggupi oleh manajemen Persija Jakarta.

Kepercayaan itu pun tak disia-siakan striker yang dikenal karena kemampuannya dalam sundulan ini.

Presiden Persija Mohamad Prapanca dan Bambang Pamungkas saat menjadi bintang tamu di Youtube Persija Jakarta.
Presiden Persija Mohamad Prapanca dan Bambang Pamungkas saat menjadi bintang tamu di Youtube Persija Jakarta. (Youtube Persija Jakarta)

"Dan akhirnhya gue jadi pemain utama disana dan di tahun pertama gue di Persija, gue dapat top skor Liga Indonesia," cerita Bepe.

Di musim debutnya itu, Bepe sukses mencetak 24 gol dan sukses meraih sepatu emas.

Cerita Berduet dengan Presiden Klub Persija

Usai pensiun dari sepak bola di Persija Jakarta, Bambang Pamungkas memiliki tugas baru di Macan Kemayoran.

Bersama Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, Bambang Pamungkas menjadi dua orang yang cukup berperan penting bagi perkembangan tim.

Bersama dengan Prapanca, pemain asal Salatiga, Jawa Tengah itu kini sudah satu tahun menjadi manajer klub berjuluk Macan Kemayoran.

Baca juga: Bukan Hanya Persija Jakarta, Gubernur Anies: Stadion JIS Bisa Digunakan Kapan Saja untuk Warga

Prapanca sendiri mengakui bahwa dirinya memang sangat membutuhkan sosok Bambang Pamungkas untuk membantu tugasnya di Persija Jakarta.

Apalagi pemain yang biasa disapa Bepe itu sudah sangat mengenal sejarah dan kultur di Persija Jakarta.

"Dengan segala pengetahuan gue yang terbatas, gue harus belajar banyak.

Makanya gue minta didampingi mas Bepe untuk cerita sejarah A sampai Z, saling sharing," ucap Prapanca dikutip TribunJakarta.com dari Youtube Persija Jakarta, Senin (2/8/2021).

Prapanca mengatakan bahwa dirinya berniat membawa Persija Jakarta menjadi semakin baik lagi ke depannya.

"Kita diwarisi klub yang besar dengan sejarah yang luar biasa oleh pendahulu kita.

Sekarang kita harus menaikan kelas bagi Persija dan itu tugas tak mudah untuk mas Panca," kata Bambang Pamungkas menimpali peran Prapanca yang juga ikut dalam wawancara tersebut.

Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan di sela-sela latihan Persija Jakarta, Jumat (29/6/2018) di Stadion PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian).
Bambang Pamungkas dan Ismed Sofyan di sela-sela latihan Persija Jakarta, Jumat (29/6/2018) di Stadion PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). (SUPER BALL/FERI SETIAWAN)

Kesan Bepe ke Presiden Persija

Dalam kesempatan itu pula, Bepe menceritakan kesan pertamanya saat harus bekerjasama dengan Prapanca selaku presiden Persija Jakarta.

Bepe yang sudah kenyang pengalaman di sepak bola sempat tak yakin dirinya akan cocok bekerjasama dengan Prapanca.

Apalagi latar belakang Prapanca bukan berasal dari kalangan sepak bola.

"Pertama kali kita ngobrol sebenarnya enggak berjalan dengan mulus. Karena Panca dan gue sama-sama punya ideologis sendiri.

Awalnya agak kaku, bakal sama enggak ya.

Proses perkenalan Marc Klok di Kantor Persija dihadiri oleh Presiden Klub Mohamad Prapanca (paling kiri), dan Manajer tim Bambang Pamungkas (paling kanan).
Proses perkenalan Marc Klok di Kantor Persija dihadiri oleh Presiden Klub Mohamad Prapanca (paling kiri), dan Manajer tim Bambang Pamungkas (paling kanan). (TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA)

Pengalaman gue di bola, dia (kebanyakan orang) interest urus bola tapi tidak terlalu care dengan psikologis bolanya," beber Bepe.

Namun ternyata semua kecemasan Bepe itu terbantahkan.

Seiring keduanya sering berkomunikasi bahwa rupanya menemukan kecocokan diantara keduanya.

"Dia (Prapanca) punya keinginan yang kuat buat Persija dalam segala hal, tidak hanya dlm sisi manajerial tapi juga di lapangan dan itu yang gue coba eksekusi," jelas Bepe mengenai sosok Prapanca.

Setahun duet Prapanca dan Bepe di manajerial, Persija Jakarta sudah berhasil menggapai runner up ajang Jatim Cup 2020 dan juara Piala Menpora 2021.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved