Breaking News:

Komentar Bambang Haryo Soal Rencana ASDP Bangun Kawasan Wisata

Bambang Haryo Soekartono, pemerhati dan praktisi industri transportasi logistik nasional, angkat bicara terkait hal tersebut.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Bambang Haryo Soekartono 

TRIBUNJAKARTA.COM – Rencana PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membangun kawasan wisata terpadu dari dana hasil penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) mendapat sorotan.

ASDP berencana IPO pada kuartal pertama 2022 dan menargetkan untuk menyedot pendanaan hingga Rp3,25 triliun.

Dana itu akan dipakai untuk mengembangkan bisnis, salah satunya membangun kawasan wisata terpadu Bakauheni Harbour City.

Bambang Haryo Soekartono, pemerhati dan praktisi industri transportasi logistik nasional, angkat bicara terkait hal tersebut.

“Membangun kawasan wisata dan proyek lain di luar core business akan membuat ASDP tidak fokus menjalankan tugasnya melayani angkutan penyeberangan. Sebelum melenceng jauh, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan dan DPR RI perlu segera mengevaluasi rencana dan kinerja ASDP,” kata Bambang kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Anggota DPR RI periode 2014-2019 yang pernah membidangi Komisi V dan VI ini meminta ASDP untuk fokus memaksimalkan kinerjanya.

“Kinerja ASDP di penyeberangan saja belum maksimal, kok mau berbisnis yang lain. Hampir semua lintasan komersial yang dikelola ASDP masih kekurangan dermaga, bahkan kapasitasnya kurang dari 50%. Harusnya fokus bangun dermaga dulu,” ujarnya.

Menurutnya, kekurangan dermaga yang sangat signifikan itu menimbulkan inefisiensi transportasi karena banyak kapal yang tidak bisa beroperasi.

“Boleh saja tarif mahal tapi pelayanan ASDP harus bagus, semua dermaga dan fasilitas yang disediakan dalam keadaan sempurna,” ujar Bambang Haryo, yang juga Ketua Dewan Penasihat DPP Gapasdap.

Dia menambahkan, dana IPO harusnya dipakai untuk bisnis lain sebab investasi ASDP sebagian besar merupakan dana hibah yang berasal dari APBN dan Penyertaan Modal Negara (PMN), baik untuk membangun dermaga dan kapal, maupun subsidi keperintisan.

Bambang Haryo juga berpesan niatan bangun kawasan wisata terpadu berdampak memperlambat arus transportasi penyeberangan demi memajukan bisnis barunya itu.

“Kalau itu terjadi berarti ASDP menghambat prinsip transportasi yaitu kecepatan, keselamatan dan murah.Kalau mau kembangkan wisata, harusnya ASDP dorong masyarakat gunakan ferry untuk wisata bahari," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved