Persija Jakarta
Pilar Persija Optimis Suatu Saat Timnas Indonesia Kembali Berlaga di Olimpiade
Doa itu disampaikan Riko setelah menyaksikan perjuangan para atlet Merah Putih di Olimpiade Tokyo, termasuk raihan medali emas badminton ganda putri
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Euforia kemenangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di Olimpiade Tokyo 2020 masih terasa hingga saat ini. Kemenangan yang yang ditorehkan Greysia/Apriyani pun sangat berkesan.
Pemain sayap Riko Simanjuntak berharap sepak bola Indonesia dapat berlaga di Olimpiade suatu saat nanti. Doa itu disampaikan Riko setelah menyaksikan perjuangan para atlet Merah Putih di Olimpiade Tokyo, termasuk raihan medali emas badminton ganda putri kemarin.
“Kita tidak boleh pesimis. Semoga suatu saat nanti kita bisa ada di sana (Olimpiade),” kata Riko seperti dikutip dari laman resmi klub, Rabu (4/8/2021).
Satu-satunya penampilan sepak bola di Olimpiade tercatat di Melbourne 1956. Kala itu, tim nasional yang berisi antara lain Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Tan Liong Houw, dan Ramang mampu menahan Uni Soviet yang notabene salah satu tim kuat di dunia dengan skor 0-0.
Lantaran belum ada ketentuan adu penalti, laga diulang beberapa hari setelahnya. Namun dalam pertandingan ulang, Indonesia kalah 0-4 dari Uni Soviet yang diperkuat Lev Yashin salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah sepak bola dunia.
“Kalau kita terus bekerja keras dan menjaga optimisme, kita bisa menjadi lebih baik,” lanjut Riko.
Sejauh ini, Riko mengaku cukup mengikuti kiprah atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo. Selain menyaksikan badminton, ia juga menonton cabang olahraga lain.
“Kemarin saya menyaksikan Lalu Muhammad Zohri di atletik, meski masih belum beruntung,” pungkas Riko.
“Secara umum, semua atlet Indonesia saya lihat sudah berupaya maksimal tapi beberapa belum berezeki mendapatkan medali.”
Baca juga: Pelatih Persija Tidak Khawatir dengan Kondisi Fisik Pemain Selama Latihan Mandiri
Baca juga: Mengingat Kembali Momen Hattrick Widodo untuk Persija, Tiga Gol Dicetak saat Kalahkan Persikabo
Baca juga: Tips Tony Sucipto Agar Bisa Bermain di Berbagai Posisi, Ada Ritual Khususnya
Profil Riko Simanjuntak
Riko Simanjuntak merupakan sayap lincah milik Persija Jakarta.
Selain itu, Riko Simanjuntak dikenal sebagai raja assist pada ajang Piala Menpora 2021.
Ternyata, Riko Simanjuntak berlatar belakang keluarga pesepak bola.
Ayah Riko Simanjuntak merupakan mantan pesepak bola amatir dan berkat pengaruh sang ayahlah dia lalu menjadi pesepak bola.
Riko Simanjuntak memiliki kakak bernama Johan Simanjuntak, yang juga berkarier sebagai pesepak bola.
Riko Simanjuntak lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia 26 Januari 1992.
Semasa kecil, Riko Simanjuntak pernah berjualan mainan anak-anak ketika masih kecil.
Awal Karier
Riko Simanjuntak memulai karier profesionalnya dengan klub kebanggaan orang Sumatera Utara, PSMS Medan.
Bersama klub berjuluk Ayam Kinantan itu, Riko Simanjuntak hanya bertahan semusim saja tepatnya musim 2012-2013.
Pemain bertinggi 160 cm itu hanya mencetak tiga gol dari sembilan penampilan.
Kala itu, diusia 20 tahun Riko Simanjuntak masih belum menemukan bentuk permainan terbaik dan kalah bersaing dengan pemain-pemain yang lebih senior.
PS Bangka dan Gresik United
Karier sepak bola Riko Simanjuntak berlanjut dengan memperkuat PS Bangka yang bertarung pada kompetisi kasta kedua liga Indonesia untuk musim 2013-14.
Meski hanya bermain di kasta kedua, kemampuan Riko Simanjuntak mulai terlihat dengan berhasil mencatatkan 18 penampilan dan menjaringkan tujuh gol.
Penampilan itu membuahkan tiket menuju klub yang berada di kasta tertinggi liga Indonesia.
Gresik United menjadi pelabuhan Riko Simanjuntak untuk musim 2015-16.
Sialnya, kisruh kompetisi sepak bola Indonesia membuat karier Riko Simanjuntak juga tak berjalan dengan baik bersama klub asal Jawa Timur tersebut.
Lalu, pada 2016 Riko Simanjuntak merevitalisasi kariernya dengan hijrah ke klub kecintaan orang Minang, Semen Padang.
Semen Padang
Karakter bermain Riko Simanjuntak yang enerjik, ulet, lincah dan akselerasi cepat membuat dia disenangi oleh pelatih Semen Padang kala itu, Nil Maizar.
Bersama klub berjuluk Kabau Sirah itu, Riko Simanjuntak tercatat membuat 39 penampilan dan mengukir dua gol sejak 2016 hingga 2017.
Terdegradasinya Semen Padang pada akhir 2017 membuat beberapa pemain pilarnya hengkang.
Tak terkecuali Riko Simanjuntak.
Persija Jakarta
Sempat hendak kembali ke PSMS Medan yang naik ke kompetisi tertinggi liga Indonesia pada awal 2018, ternyata Riko Simanjuntak memilih klub ibu kota, Persija Jakarta.
Bersama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut, pemain yang dikenal humoris ini langsung menjadi andalan di lini serang.
Selain skill, kelincahan dan dribble yang mumpuni, Riko Simanjuntak juga punya versatilitias dengan bisa bermain di sisi kanan dan kiri.
Kedatangan penyerang tengah asal Kroasia, Marko Simic pun membuahkan perpaduan yang mematikan antara dia dengan Riko Simanjuntak.
Banyak dari torehan gol-gol Marko Simic adalah hasil dari umpan langsung dan serangan yang diawali atau dijembatani oleh Riko Simanjuntak.
Bersama Persija Jakarta, Riko Simanjutak telah menghadirkan beberapa gelar yang salah satunya adalah juara Liga 1 musim 2018.
Internasional
Riko Simanjuntak adalah talenta yang telat mekar di level timnas Indonesia.
Dia tak pernah memperkuat timnas junior, namun di usia ke-26 Riko Simanjutak mampu jalani debut bersama timnas senior Garuda Muda.
Debutnya di level internasional dijalani kala tim Merah Putih jumpa Thailand dalam laga ujicoba pada bulan Juni 2018.
Hingga kini, berkat konsistensi permainan di tingkat klub, ia pun masih sering menjadi andalan bagi timnas Indonesia meski kursi kepelatihan beberapa kali berganti. (Persija.id/Tribunnews.com)