Rekrutmen Sepi Peminat, Pemprov DKI Kesulitan Cari Tenaga Kesehatan Profesional

Pemprov DKI Jakarta mengaku kesulitan merekrut tenaga kesehatan profesional untuk penanganan pandemi Covid-19.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Suasana vaksinasi massal Covid-19 yang diikuti tenaga kesehatan dari seluruh DKI Jakarta, Minggu (31/1/2021), di Balai Yos Sudarso Kantor Wali Kota Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta mengaku kesulitan merekrut tenaga kesehatan profesional untuk penanganan pandemi Covid-19.

Rekrutmen tenaga kesehatan yang dibuka Pemprov DKI sejak Juni hingga Juli lalu pun sepi peminat.

"Kita perpanjang periode rekrutmen sampai tiga gelombang karena animo nakes untuk mendaftar masih di bawah target," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Rabu (4/8/2021).

Ariza menambahkan, rekrutmen tenaga kesehatan ini dibuka secara online hingga 8 Agustus 2021 mendatang.

Bagi yang berminat bisa langsung mengakses portal https://dinkes.jakarta.go.id/berita/layanan/rekrutmen.

Beberapa lowongan nakes dibuka, seperti dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesial anestesis/KIC, dokter spesialis obgyn, dan dokter umum.

Kemudian, ada juga perawatan, bidan, apoteker, radiografer, pranata laboratorium kesehatan, tenaga teknik kefarmasiaan (TKK), serta perekam medis.

"Kami masih berproses merekrut tenaga kesehatan untuk di RSUD, dengan kebijakan Dinkes mengumumkan melalui website Dinas Kesehatan," ujarnya di Balai Kota.

Baca juga: 85 Persen Warga Kepulauan Seribu Sudah Divaksin Covid-19

Baca juga: Pandemi Covid-19, DPRD Kota Tangerang Anggarkan Rp 675 Juta Bikin Baju Baru

Baca juga: Pria Berbaju Merah Terkapar di Menteng Jakarta Pusat, Tulang Kakinya Patah

"Sedangkan, tenaga kesehatan untuk tracing, saat ini masih proses rekrutmen juga dengan anggaran BTT," tambahnya menjelaskan.

Khusus untuk tenaga kesehatan dokter, proses rekrutmen dilakukan dengan pola membuka periode khusus untuk program internship di bulan Juli.

Namun, lagi-lagi animonya juga rendah, sehingga rekrutmen dibuka lagi hingga 8 Agustus mendatang.

Para tenaga kesehatan ini nantinya bakal ditempatkan di sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang masih penuh dengan pasien Covid-19.

Sebab, keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 sudah lebih baik dibandingkan awal Juli lalu.

"Seiring menurunnya kasus harian, termasuk penurunan BOR di RSUD, maka rekrutmen tetap diperpanjang tetapi hanya di beberapa RSUD saja," kata Ariza.

"Namun, secara umum kebutuhan nakes menyesuaikan dengan BOR saat ini," tambahnya menjelaskan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved