Breaking News:

Tinjau Sodetan Kali Ciliwung-KBT, Menteri Luhut: Diharapkan Awal Tahun 2022 Selesai

Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan di proyek sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (4/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan meninjau proyek sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur (KBT), Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur.

Didampingi Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Wali Kota Jakarta Timur M Anwar, kunjungan kerja ini telah berlangsung pada Rabu (4/8/2021) siang.

Luhut mengatakan telah melakukan koordinasi dengan semua pihak dan memastikan sejauh mana progres sodetan Kali Ciliwung-KBT hingga Agustus 2021.

Baca juga: Buang Limbah Sembarangan ke Kali Sodetan Angke, Perusahaan di Kapuk Muara Terancam Ditutup

"Saya sudah bicara dengan Menteri PUPR, Pak Gubernur, bapak kepala staff juga. Jadi sodetan ini tinggal 600 meter lagi," katanya di lokasi.
Sebenarnya, sodetan Kali Ciliwung-KBT ini telah dibangun sedari 2013 silam.

Proyek sodetan sepanjang sekitar 1,2 meter dimaksudkan untuk mengurangi debit air yang ada di Kali Ciliwung dan dialihkan ke KBT.

Baca juga: Petugas Satpol PP Jakarta Timur Bubarkan Warga yang Masih Nekat Berolahraga di Sepanjang KBT

Sayangnya, di tahun 2017 silam pengerjaannya sempat tertunda lantaran pembebasan lahan dan kemudian dilanjutkan kembali pada tahun ini.

Baca juga: Petugas Gabungan Bubarkan Warga yang Berolahraga di KBT

"Jadi ditargetkan oleh PUPR akan ditargetkan selesai. Kita harapkan nanti 2022 sudah selesai (rampung). Tepatnya awal tahun 2022. Ini akan bisa mengurangi kira-kira 60 meter kubik perdetik," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved