Breaking News:

Viral Video Adu Jotos Remaja Putri Diduga di Depok, Lurah Cipayung Jaya Klaim Tak Ada  Keributan

Lurah Cipayung Jaya, Mustakim, mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Polri telah terjun ke lokasi.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
ISTIMEWA
Layar tangkap video adu jotos remaja putri di Tanah Merah Cipayung, Kota Depok. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG – Video adu jotos bermodal tangan kosong yang dilakukan oleh sekira delapan remaja putri tengah menjadi perbincangan hangat setelah beredar luar dan viral di sosial media.

Setelah ditelusuri, diduga adu jotos tersebut berlokasi di kawasan Tanah Merah, Cipayung Jaya, Kota Depok.

Menanggapi video viral yang diduga berlokasi di wilayahnya, Lurah Cipayung Jaya, Mustakim, mengatakan, pihaknya bersama TNI dan Polri telah terjun ke lokasi.

“Nah itu, kita kan kemarin juga sudah turun ke lapangan kemarin, kalau dari video sih itu di Tanah Merah kan ya. Tapi gak ada yang tahu persis itu kejadiannya kapan,” jelas Mustakim lewat sambungan telepon pada TribunJakarta, Rabu (4/8/2021).

“Saya tanya RT, RW, warga sekitar, terus banyak pedagang gak ada yang tahu juga. Makanya itu video lama atau kapan,” timpalnya menambahkan.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa dari laporan yang didapatnya, tidak ada kejadian perkelahian di kawasan Tanah Merah selama beberapa bulan belakangan ini.

“Tapi dalam beberapa bulan kesini tuh saya tanya gak ada kejadian (perkelahian) itu, saya pastikan itu. Kalau ada pasti ada laporan ke saya,” bebernya.

Baca juga: Daftar 50 Kelurahan dengan Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak di DKI Jakarta

Baca juga: Wakil Gubernur DKI Minta Pelajar Ikut Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Warga Jakarta Ini Kebingungan Identitasnya Dicatut untuk Vaksinasi Covid-19 di Tangsel

Dari video perkelahian yang diduga di Tanah Merah Cipayung ini juga, Mustakim berujar pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiga pilar untuk mengantisipasinya dengan memperketat pengawasan.

“Iya kita sudah koordinasi dengan tiga pilar terkait keamanan di Tanah Merah, karena itu kan lahan sangat luas. Tempo hari juga sempat viral karena banyak yang berkerumun, tapi sekarang sudah enggak. Saya berharap kedepannya kejadian tersebut tidak terulang kembali. Saya sudah koordinasi dengan tiga pilar juga agar diperketat pengawasan disitu secara rutin,” tegasnya.

Ketika ditanya soal kemungkinan ditutupnya kawasan tersebut, Mustakim berujar hal tersebut tidak mungkin dilakukan, musabab kawasan Tanah Merah merupakan akses jalur warga.

“Ada akses jalan juga itu. Kalau ditutup gak mungkin karena sangat luas 56 hektar. Itu bekas pertanian pohon karet zaman dulu, tapi sekarang sudah tidak terpakai dan dikenal sebutan Tanah Merah,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved