Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Hasil Pengumpulan Sedekah Mijel Dimanfaatkan Untuk Penanganan Covid-19 di Jakut

Hasil pengumpulan sedekah minyak jelantah dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Erik Sinaga
Dok. Pemerintah Kota Jakarta Utara
Hasil pengumpulan sedekah minyak jelantah dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 di Jakarta Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Hasil pengumpulan sedekah minyak jelantah (mijel) yang diterima melalui program PKK dan RPTRA Jakarta Utara Tersenyum dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19.

Sejak 26 Maret lalu, program yang bekerjasama dengan Rumah Sosial Kutub ini berhasil mengumpulkan limbah mijel sebanyak 4 ribu liter.

Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub Suhito mengatakan, mijel yang terkumpul selanjutnya akan diolah menjadi biodiesel.

Meski tak menyebutkan nilai pasti dari sedekah mijel, Suhito mengatakan bahwa saat ini hasilnya sudah dimanfaatkan untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jakarta Utara.

Baca juga: Penyuntikan Vaksin Booster untuk Tenaga Kesehatan di Jakarta Timur Dimulai Pekan Ini

"Di antaranya memberikan bantuan APD untuk tenaga kesehatan, perlengkapan isoman, dan sedekah gizi pangan," kata Suhito, Kamis (5/8/2021).

Bantuan ini merupakan hasil program sedekah mijel yang digerakkan Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara hingga ke tingkat RT/RW.

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, program kolaborasi ini sekaligus sebagai upaya mengatasi pencemaran lingkungan akibat limbah mijel.

"Limbah mijel bisa dimanfaatkan dengan cara yang benar dan juga mempunyai nilai ekonomis seperti yang telah dijalankan dalam program PKK dan RPTRA Jakarta Utara Tersenyum," kata Ali.

Baca juga: 50 Persen Lebih Anak Usia 12-17 Tahun di Jakarta Utara Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Menurut Ali, limbah mijel yang dibuang sembarangan di saluran akan mengental sehingga menghambat laju air dan juga bisa merusak lingkungan.

Itu masalah yang selama ini terjadi dengan keberadaan limbah mijel.

Baca juga: Nenek 78 Tahun Semangat Divaksin Covid-19, Kapolsek Tarumajaya Turun Tangan Gendong ke Tempat Vaksin

"Jangan dibuang begitu saja, tapi segera kumpulkan minyak goreng bekas di rumah kemudian bawa dan setorkan ke RPTRA atau bank sampah terdekat," kata Ali.

"Dengan begitu, kita ikut berperan mencegah pencemaran lingkungan sekaligus bersedekah," tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved