Breaking News:

Perintahkan Anies Jangan Boros Anggarkan Rp5,8 M Buat Beli Masker, BPK Beberkan Laporan Belanja DKI

Pemprov DKI disebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemborosan anggaran hingga Rp5,8 miliar untuk membeli masker

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan pembagian masker di kawasan Pulo Gebang, Jakarta Timur, Selasa (9/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI disebut Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan Pemborosan anggaran hingga Rp5,8 miliar untuk membeli masker jenis N95.

Hal ini tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHK) atas Laporan Keuangan Pemprov DKI tahun 2020 yang disahkan Kepala BPK Perwakilan DKI Pemut Aryo Wibowo beberapa waktu lalu.

Dalam laporan itu, BPK mengungkap, pemborosan terjadi akibat Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan mengganti perusahaan penyedia jasa pengadaan masker respirator atau N95 dari PT IDS ke PT ALK.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap Dinas Kesehatan, pergantian dilakukan lantaran ada keluhan terhadap masker N95 merek Respokare dari PT IDS.

Baca juga: Badan Pemeriksa Keuangan Kritisi Pemprov DKI Habiskan Rp5,8 Miliar Cuma Buat Beli Masker Jenis N95

Baca juga: BPK Temukan Pemborosan Anggaran Pemprov DKI Sebesar Rp1,19 M untuk Beli Alat Rapid Test Covid-19

"Adanya keluhan bau pada produk Respokare akibat adanya lapisan asam, maka PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) mencari alternatif produk lain," demikian isi laporan BPK dikutip TribunJakarta.com, Kamis (5/8/2021).

Kemudian, Dinas Kesehatan memutuskan mengganti penyedia jasa dan memesan 195 ribu masker N95 merek Markrite dari PT ALK dengan harga satuan Rp90 ribu.

Surat perjanjian kerja sama bernomor 9.1/PPK-SKRT/DINKES/DKI/XI/2020 pun diterbitkan pada 9 November 2020 lalu.

Nilai kontrak kerja sama ini mencapai Rp17.550.000.000 dan jangka waktu pelaksanaannya dimulai sejak 9 November hingga 30 November 2020.

Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan nilai kerja sama Dinkes DKI dengan PT IDS untuk pengadaan 89 ribu pieces masker N95 merek Respokare.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved