Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Jakarta Timur Targetkan Tes Swab PCR 6.000 Warga per Hari

Satgas Penanganan Covid-19 Jakarta Timur menargetkan tes swab PCR terhadap 6.000 warga per hari

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Bima Putra
Ilustrasi Satgas Penanganan Covid-19 Jakarta Timur menargetkan tes swab PCR terhadap 6.000 warga per hari 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satgas Penanganan Covid-19 Jakarta Timur menargetkan tes swab PCR terhadap 6.000 warga per hari guna menemukan kasus baru terkonfirmasi Covid-19.

Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan mengatakan target tersebut akumulasi dari 10 Puskesmas Kecamatan yang menaungi 65 Kelurahan lokasi tes swab dilakukan.

"Target 6.000 per hari, nah itu kalau dibagi 10 kan 600. Tapi kadang per harinya kita melakukan (tes swab PCR) sampai di atas 700 warga di satu Kecamatan," kata Indra di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021).

Upaya tes swab PCR menemukan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 ini bagian dari 3T, meliputi testing, tracing atau penelusuran kontak langsung, dan treatment atau perawatan pasien.

Baca juga: Pemkot Bekasi Siapkan 49 Ribu Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Pegawai Industri dan UMKM

Testing digencarkan karena dalam banyak kasus ditemukan warga terkonfirmasi Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala terpapar, sementara pasien tetap dapat menulari orang di sekitarnya.

"Demam enggak ada, batuk enggak ada, tapi dia terkonfirmasi, ada yang seperti itu. Jadi dengan menambah tracing dan testing kita bisa mendapat gambaran mana-mana saja yang ada OTG (orang tanpa gejala) di Jakarta Timur," ujarnya.

Baca juga: Nenek 78 Tahun Semangat Divaksin Covid-19, Kapolsek Tarumajaya Turun Tangan Gendong ke Tempat Vaksin

Indra menuturkan makin cepat seseorang diketahui terpapar maka penanganan diberikan lebih maksimal, risiko kematian pun dapat diminimalkan karena dari awal mendapat penanganan medis.

Upaya menemukan kasus baru terkonfirmasi Covid-19 ini yang membuat penambahan kasus di Jakarta Timur selama PPKM Darurat dan Level 4 nyaris selalu paling tinggi se-DKI.

Baca juga: Penyuntikan Vaksin Booster untuk Tenaga Kesehatan di Jakarta Timur Dimulai Pekan Ini

"Bahwa memang testing dan tracing harus tinggi, itu yang kami lakukan. Saya sih berharap makin tinggi lagi testing dan tracingnya, jadi makin banyak yang kita ketahui terkonfirmasi atau tidak," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved