Kasus Penimbunan Obat Covid di Kalideres: Dicecar 71 Pertanyaan, Komisaris Utama PT ASA Kini Ditahan

Setelah dicecar sebanyak 71 pertanyaan selama 7 jam, Komisaris Utama PT ASA. S (56) resmi ditahan oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Editor: Elga H Putra
Dok. Polres Metro Jakarta Barat
Polisi menggerebek gudang di Kalideres, Jakarta Barat yang diduga jadi lokasi penimbunan obat untuk pasien Covid-19. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Setelah dicecar sebanyak 71 pertanyaan selama 7 jam, Komisaris Utama PT ASA. S (56) resmi ditahan oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Sebelumnya, meski ditetapkan sebagai tersangka, S dan Direktur Utama PT ASA berinsisial YP (58) tak langsung ditahan oleh Unit Kriminal Khusus (Krimsus) Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Kala itu, alasan polisi tak menahan keduanya karena alasan subjektivitas penyidik.

Namun usai S kembali menjalani pemeriksaan pada Rabu (4/8/2021), yang bersangkutan langsung ditahan oleh polisi

"Setelah menjalani pemeriksaan maraton, kami menahan saudara S selaku Komisaris Utama PT ASA," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono, kepada wartawan, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Warga yang Memiliki Komorbid Tetap Bisa Minum Obat Sebelum Ikuti Vaksinasi Covid-19

Dalam pemeriksaan, S diperiksa selama kurang lebih 7 jam dengan 71 pertanyaan dari penyidik pada Rabu (4/8) kemarin.

Wakasat Reskrim Polres Jakbar AKP Niko Purba mengatakan, pasal yang menjadi pertimbangan pihaknya untuk menahanb S yakni pasal dari UU RI tentang Perdagangan.

"Terkait dengan penahanan kami menerapkan pasal berlapis. Namun yang lebih krusial terkait pasal 107 jo pasal 29 ayat 1 UU nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan," kata Niko.

Kini S sudah mendekan di rumah tahanan Satreskrim Polres Metro Jakbar.

Sementara itu, YP (58) yang merupakan Direktur Utama PT ASA tak ditahan karena alasan kesehatan dimana YP memiliki penyakit saraf yang membutuhkan penanganan medis.

YP sendiri terakhir jalani pemeriksaan selama 4,5 jam dengan 67 pertanyaan pada Selasa (3/8/2021).

Dia pun dikenakan wajib lapor sebanyak dua kali dalam sepekan.

Kedua tersangka dijerat pasal 107 Jo pasal 29 ayat 1 UU RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan dan atau pasal 62 ayat 1 Jo pasal 10 UURI No 8. tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 14 Jo pasal 5 ayat 1 UURI No.4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan hukuman penjara 5 tahun.

Baca juga: Polsek Kalideres Gencarkan Vaksinasi Merdeka Jelang HUT Kemerdekaan, Ada di 17 Titik

Gerebek Gudang Timbun Obat Covid-19

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved