Kabar Artis

Ketahuan Ashanty Sedang Diet, Arsy yang Baru Berusia 6 Tahun: Gak Mau Jelek, Aku Itu Gendut!

Anak Anang Hermansyah dan Ashanty, Arsy (6) ketahuan sang ibu sedang menjalani diet. Wah kok kenapa ya?

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Instagram
Ashanty dan Arsy 

TRIBUNJAKARTA.COM - Anak Anang Hermansyah dan Ashanty, Arsy (6) ketahuan sang ibu sedang menjalani diet.

Hal tersebut terjadi saat Arsy sedang berbincang dengan Ashanty, yang kemudian diunggah di media sosial Instagram ashanty_ash, pada Senin (9/8/2021).

TONTON JUGA

"Lagi diet terus nih guys," ucap Arsy.

Mendengar ucapan Arsy, Ashanty langsung terkejut.

"Bener kan, berarti kamu diet?" kata Ashanty.

Ashanty kemudian menasihati Arsy untuk tidak diet, mengingat ia masih begitu belia.

Baca juga: Viral Aksi Berbagi Atta Halilintar Selipkan Uang di Pintu Warga, Ashanty Ikut Senang: Alhamdulilah

TONTON JUGA

"Ngapain sih kamu diet masih kecil, pantes makannya dikit-dikit," ucap Ashanty.

"Siapa yang bilang Arsy engga kurus? Kamu itu cantik," imbuhnya sambil mengusap rambut Arsy.

Tak disangka Arsy tetap ingin diet, ia merasa tidak cantik karena tubuhnya gemuk.

"Enggak mau jelek, Arsy itu gendut!" kata Arsy.

"Enggak," tegas Ashanty membantah.

Tingkah putri Anang Hermansyah, Arsy sukses membuat sang ibu Ashanty tertawa.
Tingkah putri Anang Hermansyah, Arsy sukses membuat sang ibu Ashanty tertawa. (Instagram Ashanty)

Baca juga: Ashanty Kesal Ada Berita Hoaks Anang Hermansyah Meninggal, Aurel Ikut Geram: Orang Jahat Banget!

Ashanty lalu kembali berusaha menjelaskan, menurutnya anak-anak wajar bertumbuh gemuk.

Ketika dewasa kelak Arsy baru akan diizinkan diet oleh Ashanty.

"Masih kecil enggak bioleh kayak gitu, kalau masih kecil semua juga gendut, lucu," ucap Ashanty.

"Nanti kalau udah gede, baru kita diet, cantik," imbuhnya.

Bocah kecil itu tapi tetap tak peduli, ia kekeh ingin diet.

Penyanyi Ashanty dan putrinya, Arsy saat peluncuran produk cat tembok di Kidzania, Pasific Place, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018).
Penyanyi Ashanty dan putrinya, Arsy saat peluncuran produk cat tembok di Kidzania, Pasific Place, Jakarta Selatan, Rabu (26/9/2018). (KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO)

Baca juga: Beredar Kabar Anang Hermansyah Meninggal, Aurel dan Ashanty Murka: Yang Bikin Berita, Mau Saya Cari!

"Enggak mau Arsy mau diet," ujar Arsy.

"Enggak ada, nanti kamu enggak tinggi loh," tegas Ashanty.

"Aku mau diet!" ucap Arsy sambil pergi meninggalkan sang ibu.

Apakah Anak Kecil Boleh Diet?

Kegemukan memang bisa membawa konsekuensi kesehatan di masa depan. Pada anak-anak, obesitas disebutkan bisa memicu penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi, di usia dewasa.

Walau begitu, jangan sembarangan menerapkan diet pada anak.

Spesialis Gizi Klinik, dr Cindiawaty J. Pudjiadi MARS, MS, SpGK, menyampaikan setidaknya satu dari 10 anak di Indonesia mengalami kegemukan.

Terutama anak yang tinggal di perkotaan.

Tetapi, berhati-hatilah untuk tidak menerapkan diet ketat pada anak gemuk karena diet bisa membuat pertumbuhan tinggi anak berhenti.

Cindy menjelaskan, banyak kasus tinggi badan anak berhenti tumbuh di usia yang masih muda, seperti 15 tahun.

"Ada teorinya juga. Gemuk juga akan membantu menghambat segala macam. Termasuk gizinya juga tidak maksimal," kata Cindy.

Adapun diet yang bisa menghambat pertumbuhan anak adalah diet dengan menekan kebutuhan nutrisi anak.

Sebab, menurutnya anak-anak membutuhkan asupan nutrisi dengan jumlah tertentu.

"Kalau dia asupan makanannya terlalu rendah, kebutuhannya nutrisinya tidak terpenuhi, itu akan membuat pertumbuhannya tidak maksimal," kata dia.

Asupan nutrisi yang harus diperoleh anak usia sekolah di antaranya adalah karbohidrat kompleks yang kaya serat, protein rendah lemak, vitamin, dan mineral.

"Kalau di tabel makanan, susu termasuk. Lalu vitamin dan mineral juga banyak di sayur dan buah. Makan mesti lengkap," tutur Cindy.

Sementara itu, untuk persoalan obesitas seringkali disebabkan kurangnya paparan sinar matahari yang menyebabkan defisiensi vitamin D.

Pola hidup anak saat ini kadang membentuk kebiasaan anak untuk jarang ke luar ruangan dan malas olahraga.

"Makin ke sini anak-anak makin jarang dan malas olahraga. Anak saya malas waktu dia kecil dan berat badannya berlebih. Jajan ya gorengan, disuruh olahraga banyak alasan," sambungnya.

Tapi, kebiasaan bermain gawai bisa juga dimanfaatkan agar anak mau melakukan aktivitas luar ruangan dan mendapat paparan sinar matahari yang cukup.

Cindy mencontohkan permainan Pokemon Go yang sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu.

Permainan itu, menuntut anak untuk berjalan kaki jika mau mengumpulkan Pokemon.

"Itu lumayan bagus untuk mengajak anak bergerak di luar, tidak hanya di rumah. Karena main Pokemon juga enggak bisa sambil naik mobil," ujarnya. (TribunJakarta/Kompas)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved