Hotel di Kawasan Senen Jakarta Jadi Tempat TPPO, Sempat Dijadikan Lokasi Isolasi Pasien Covid-19

Kapolsek Senen, Kompol Ari Susanto, mengatakan hotel tersebut juga sempat dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Tangerang Ekspres
Ilustrasi Hotel di kawasan Senen Jakarta Pusat digerebek polisi karena menjadi lokasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Hotel di kawasan Senen Jakarta Pusat digerebek polisi karena menjadi lokasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Delapan orang di bawah umur pun menjadi korban perdagangan orang atas kejadian tersebut.

Kapolsek Senen, Kompol Ari Susanto, mengatakan hotel tersebut juga sempat dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

"Pernah (dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19)," kata Ari, saat dikonfirmasi, Selasa (10/8/2021).

"Beberapa bulan pernah, ya. Tapi tidak tahu berapa jumlah pasien yang sudah diisolasi di sana," lanjut Ari.

Baca juga: TPPO di Hotel Kawasan Senen Jakarta Pusat, Polisi: 8 Anak di Bawah Umur Jadi Korban

Kasus terbaru, kata Ari, sebanyak 50 persen kamar di hotel tersebut dijadikan tempat sewa korban perdagangan orang.

"Lima puluh persen dijadikan tempat sewa TPPO itu," ucap Ari.

"Satu kamar bisa diisi empat sampai lima korban perdagangan orang," lanjutnya.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, menyebut pihaknya telah menggerebek hotel itu pada Senin (9/8/2021).

Baca juga: Jadi Korban Persetubuhan Anak Anggota DPRD Bekasi, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas Kasus TPPO

Kepada Wartawan, Tubagus Ade menyebut delapan anak di bawah umur tersebut menjadi korban perdagangan orang.

"Supervisor, petugas front office, dua orang mucikari, dan delapan anak korban di bawah umur," kata Tubagus Ade, di tempat terpisah.

Selain itu, kata dia, beberapa orang yang diamankan mengaku telah berhubungan badan.

Baca juga: Polres Jakarta Selatan Tangkap Belasan Pemuda Pencuri Spion Mobil, Anak Di Bawah Umur Ikut Terlibat

Dia menambahkan, para pelaku yang melibatkan anak di bawah umur dijerat Pasal 76 I Jo Pasal 88 UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang Perubahan Atas UU RI nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved