Airlangga Hartarto Dorong Peningkatan Kualitas Demokrasi Lewat Kebijakan Partai

Partai Golkar telah mendirikan Golkar Institute sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas kader dengan tiga pilar kemampuan

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat mengumumkan hasil pilkada serentak 2020 di DPP Partai Golkar, Kamis (10/12/2020). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dalam pidato kebangsaan, Selasa (10/8/2021) menegaskan komitmen Partai Golkar dalam mendukung peningkatan kualitas demokrasi.

Menurut Airlangga, hal itu ditunjukkan dengan berbagai kebijakan dalam partai yang lebih terbuka, responsif, dan demokratis.

Untuk meningkatkan kualitas kader partai. Partai Golkar telah mendirikan Golkar Institute sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas kader dengan tiga pilar kemampuan, yaitu ekonomi, politik, dan kepemimpinan.

Partai politik sebagai pilar demokrasi, diharapkan dapat melahirkan SDM untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap politik. Hal itu menjadi instrumen untuk transformasi politik bagi generasi muda ke arah yang lebih baik lagi di masa mendatang.

Mengutip hasil penelitian the economic intelligence unit, tentang demokrasi indeks di tahun 2020. Ada lima indikator penilaian yaitu prosses elektoral dan pluralisme, fungsi pemerintahan, partisipasi politik, kebebasan sipil, dan budaya politik.

Dalam rilis tersebut disebutkan, pandemi Covid-19 mempengaruhi kualitas demokrasi secara global, tak terkecuali indonesia. Laporan itu menyebutkan indonesia berada dalam kelompok negara demokrasi yang belum sempurna. Seperti negara-negara ASEAN lainnya.

Baca juga: Popularitas Airlangga Naik, Golkar: Kami Baru Pemanasan Saja

Baca juga: Menko Airlangga Paparkan Tiga Pilar Menuju Indonesia Maju

Baca juga: Menko Airlangga: Evaluasi dan Monitoring Jadi Dasar Bagi Pembukaan Bertahap PPKM

Dalam kategori fungsi pemerintahan, Indonesia dengan skor 7,5 menunjukkan kinerja lebih baik dari median kebanyakan atau di angka 5,0 dari negara-negara di dunia.

Untuk indikator proses elektoral dan pluralisme, Indonesia mendapat skor 7,85 yang menunjukkan nilai yang baik. Demikian pula dalam hal partisipasi politik Indonesia mendapat skor 6,11.

"Kita mengalami penurunan dalam hal budaya politik dan kebebasan sipil. Budaya politik sangat penting untuk menopang bagi tumbuhnya demokrasi agar lebih berkualitas. Masih ada penilaian masyarakat kita yang kurang percaya atau bahkan tidak percaya terhadap efektifitas sistem demokrasi," kata Airlangga.

Karena itu menurut Airlangga, pendidikan politik secara mendalam harus terus menerus kita kembangkan mulai dari tingkat elite hingga akar rumput.

"Dalam hal kebebasan sipil, kita harus meningkatan penghormatan atas kemajemukan, meningkatakan toleransi dalam kehidupan beragama dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, " tegasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved