Cerita Kriminal

Kasus Teror Pinjol Sebarkan Foto Warga Cilincing Disertai Tulisan Open BO, Polisi Akan Periksa Saksi

Laporan PDY (25), seorang wanita warga Cilincing yang diteror perusahaan pinjaman online (pinjol), sudah diterima aparat Polres Metro Jakarta Utara.

ISTIMEWA
Korban teror pinjaman online, PDY (25). Laporan PDY (25), seorang wanita warga Cilincing yang diteror perusahaan pinjaman online (pinjol), sudah diterima aparat Polres Metro Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Laporan PDY (25), seorang wanita warga Cilincing yang diteror perusahaan pinjaman online (pinjol), sudah diterima aparat Polres Metro Jakarta Utara.

Polisi pun segera memproses laporan yang diajukan Selasa (10/8/2021) kemarin itu.

TONTON JUGA

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, laporan dari korban menjadi atensi kepolisian.

"Baru kemarin dilaporin. Sudah kita atensi," kata Guruh saat dikonfirmasi, Rabu (11/8/2021).

Guruh menyatakan, polisi masih mempelajari laporan yang masuk.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan saat diwawancari di lokasi ledakan, Stasiun LRT Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (3/8/2021).
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan saat diwawancari (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Rencananya, esok hari akan dilakukan pemanggilan saksi-saksi.

"Besok kita proses, kita panggil untuk kita mintai keterangan saksi-saksinya," kata Kapolres.

Baca juga: Telat Bayar Utang 5 Hari, Wanita Asal Cilincing Diteror Pinjol: Sebar Foto dengan Keterangan Open BO

Diberitakan sebelumnya, PDY melapor ke Polres Metro Jakarta Utara setelah diteror perusahaan pinjol karena telat membayar hutang lima hari.

Perusahaan pinjol tersebut meneror PDY dengan cara menyebar foto dirinya yang disandingkan dengan gambar wanita telanjang.

Selain itu, dalam pesan singkat yang disebarkan ke orang-orang terdekat PDY, pelaku juga memberi keterangan 'OPEN BO + YUK JAPRI'.

Berbagai teror tersebut diterima PDY setelah dirinya meminjam uang dari beberapa perusahaan pinjol.

Tangkapan layar ancaman dari pihak pinjol kepada korban PDY.
Tangkapan layar ancaman dari pihak pinjol kepada korban PDY. (ISTIMEWA)

"Yang dipinjam Rp 6 juta, yang saya terima Rp 4 juta, dan dalam waktu 7 hari," kata PDY.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved