Breaking News:

Perawat Suntik Vaksin Kosong

Akhir Kasus Perawat Penyuntik Vaksin Kosong di Pluit Setelah Korban Memaafkan Pelaku

Kasus perawat EO penyuntik vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Jakarta Utara dihentikan. Hal itu menyusul terjadinya mediasi pada Selasa (10/8/2021).

Penulis: Ferdinand Waskita | Editor: Yogi Jakarta
Freepik.com
Ilustrasi. Kasus perawat EO penyuntik vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Jakarta Utara dihentikan. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Kasus perawat EO penyuntik vaksin Covid-19 kosong di Pluit, Jakarta Utara dihentikan.

Hal itu menyusul terjadinya mediasi antara perawat EO, korban suntik vaksin kosong dan penyelenggara pada Selasa (10/8/2021).

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan pun menyebutkan status tersangka perawat EO telah dihentikan.

"(Status tersangka) dihentikan," kata Guruh saat dikonfirmasi, Rabu (11/8/2021) malam.

Dalam mediasi tersebut, Guruh menuturkan pihaknya juga melibatkan penyelenggara vaksinasi di salah satu sekolah di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

Baca juga: PPNI Jakut Tak Berikan Sanksi Kode Etik untuk Perawat EO yang Terjerat Kasus Suntik Vaksin Kosong

Penyelenggara itu turut datang dalam mediasi antara perawat EO dan korban.

"Tadi malam sudah dilakukan mediasi penyelenggara, kemudian terlapor, kemudian korban," kata Guruh.

Saat mediasi, perawat EO kembali menyampaikan permintaan maaf kepada korban berinisial BLP dan orangtuanya.

Baca juga: Belajar dari Kasus Perawat Suntik Vaksin Covid-19 Kosong di Pluit, Korban dan Polisi Maafkan Pelaku

Korban pun menerima permintaan maaf perawat EO.

"Sudah ada kesepakatan terlapor minta maaf kemudian korbannya sudah memaafkan. Kalo sudah menyadari semua, kita anggap sudah selesai," ucap Guruh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved