Sisi Lain Metropolitan

Bantu Warga Terdampak Pandemi, Warung Nasi di Depok Bikin Program Bayar Seikhlasnya

Ian Anwar (39) dan istri, Lia Purwandani (38) tergerak membuat aksi sosial dengan membuka warung nasi ikhlas di Depok, Jawa Barat. 

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Ian Anwar dan istri, Lia berdiri di depan warung di kompleks Perumahan Pondok Sukmajaya Permai Depok, Jawa Barat pada Kamis (12/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA - Kemelut Pandemi Covid-19 tak mematahkan semangat warga untuk saling berbagi. 

Ian Anwar (39) dan istri, Lia Purwandani (38) tergerak membuat aksi sosial dengan membuka warung nasi ikhlas di Depok, Jawa Barat. 

Lewat program bayar seikhlasnya, mereka ingin membantu meringankan beban warga yang terdampak pandemi.

Warung Ikhlas yang dibuat oleh Ian dan Lia berada di kompleks Perumahan Pondok Sukmajaya Permai Depok, Jawa Barat.

Di depan sebuah kios kecil, Ia memasang etalase makanan bertuliskan "Warung Ikhlas". Di bawahnya bertuliskan "Bayar Seikhlasnya".

Sesuai namanya, sang pemilik warung tidak mematok harga bagi siapa saja yang hendak datang membeli makanan.

Baca juga: Kisah Warga Cipete Bikin Warung Makan Bagi yang Terdampak PPKM: Per Bungkus Hanya Rp 2 Ribu

Bahkan, bila pembeli itu tak memiliki uang, Ian mengizinkan untuk membawa nasi kotak secara cuma-cuma. 

Semangat berbagi ini timbul tatkala Ian merasa prihatin dengan kondisi warga kecil yang terdampak pandemi Covid-19

Ia sempat melihat seorang ojek online yang hendak makan di warung nasi. Namun, driver itu terlihat takut ketika memilih makanan lantaran uang yang dipegangnya sedikit.

Momen itu sampai terbawa mimpinya.

Aneka lauk yang tersaji di dalam etalase Warung Ikhlas pada Kamis (12/8/2021).
Aneka lauk yang tersaji di dalam etalase Warung Ikhlas pada Kamis (12/8/2021). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Saya sampai kebawa mimpi. Saya bangun pagi kok hati saya ada yang ngeganjel. Saya merenung jam 7 pagi. Akhirnya hari itu juga saya putusin untuk membuka warung Ikhlas," ungkapnya kepada TribunJakarta.com pada Kamis (12/8/2021).

Ian nekat membuat gerakan sosial ini meski bisnisnya sedang tak berjalan mulus. Program ini dibuat serba dadakan. Hari itu juga, ia langsung mencari etalase warung dan bahan-bahan pangan untuk diolah menjadi lauk pauk. 

Dana untuk program ini dirogoh dari koceknya pribadi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved