Sidang Rizieq Shihab

Jaksa Minta Polisi Periksa Rizieq Shihab di Kasus Terorisme, Kuasa Hukum: Ini Cobaan, Fitnah

Aziz Yanuar mengatakan petunjuk Jaksa Peneliti saat mengembalikan berkas perkara Munarman ke penyidik Densus 88 Antiteror Polri sebagai fitnah

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta.com/Bima Putra
Ilustrasi Aziz Yanuar mengatakan petunjuk Jaksa Peneliti saat mengembalikan berkas perkara Munarman ke penyidik Densus 88 Antiteror Polri sebagai fitnah 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Tim kuasa hukum Rizieq Shihab angkat bicara atas petunjuk Kejaksaan Agung yang meminta Polri memeriksa klien mereka jadi saksi dalam perkara dugaan tindak pidana terorisme Munarman.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq, Aziz Yanuar mengatakan petunjuk Jaksa Peneliti saat mengembalikan berkas perkara Munarman ke penyidik Densus 88 Antiteror Polri sebagai fitnah.

"Artinya ini cobaan, fitnah terhadap Habib Rizieq, kami mohon untuk dihentikan. Jangan adalah seperti itu (dikaitkan dengan terorisme)," kata Aziz di Matraman, Jakarta Timur, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Kubu Rizieq Shihab Laporkan Hakim ke Komisi Yudisial Hingga Surati Kapolri

Aziz yang juga anggota tim kuasa hukum Munarman dalam kasus dugaan tindak pidana terorisme menilai Munarman tidak seharusnya jadi tersangka dugaan tindak pidana terorisme.

Menurutnya baik Rizieq yang kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan dan Munarman sama-sama menentang aksi segala bentuk terorisme.

Baca juga: Rizieq Shihab Batal Bebas Hari Ini, Ini Penjelasan Kuasa Hukum

"Habib Rizieq ini sangat cinta terhadap tanah air dan melakukan aksi sesuai konstitusi. Kalau Habib Rizieq mendukung aksi teror ngapain bikin FPI," ujarnya.

Aziz mencontohkan aturan bagi seluruh anggota Front Pembela Islam (FPI) sebelum dinyatakan sebagai organisasi terlarang oleh pemerintah pada tahun 2020 lalu, yakni melarang aksi teror.

Aturan ini disebutnya terpampang dalam kartu tanda anggota (KTA) FPI dan pencetusnya merupakan Munarman yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri pada 27 Maret 2021 lalu.

"Di KTA FPI itu, di bagian belakang jelas, melarang melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum agama dan hukum negara. Teroris bertentangan enggak, bertentangan. Dan yang membuat itu idenya dari siapa? Pak Munarman," tuturnya.

Aziz mengatakan bila ada anggota FPI yang terlibat aksi terorisme maka hal tersebut hanya oknum, tidak menggambarkan keseluruhan pandangan FPI terhadap Islam dan negara.

Namun saat dikonfirmasi apa penyidik Densus 88 Antiteror Polri yang menangani kasus Munarman sudah memeriksa Rizieq sebagai saksi sesuai petunjuk Jaksa peneliti, Aziz enggan menjawab.

"Kalau itu belum saya bisa komentari. Belum bisa saya tanggapi, mohon maaf," lanjut Aziz.

Baca juga: Kuasa Hukum Munarman Harap Sidang Dugaan Terorisme Segera Digelar

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menuturkan Jaksa Peneliti Berkas Kejaksaan Agung mengembalikan berkas perkara Munarman.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved