Antisipasi Virus Corona di DKI

Penyekatan PPKM Ditiadakan, Pemeriksaan STRP Dialihkan ke Kawasan Perkantoran

Polda Metro Jaya memutuskan untuk meniadakan penyekatan di 100 titik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Ilustrasi Petugas mengecek Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) - Polda Metro Jaya memutuskan untuk meniadakan penyekatan di 100 titik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memutuskan untuk meniadakan penyekatan di 100 titik pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Sebagai gantinya, Ditlantas Polda Metro Jaya akan kembali menerapkan sistem ganjil genap.

TONTON JUGA

Namun, surat tanda registrasi pekerja (STRP) tetap diberlakukan bagi sektor esensial dan kritikal.

Hanya saja, pemeriksaan STRP tidak lagi dilakukan di jalan atau titik penyetakan, melainkan di kawasan perkantoran.

"Kalau penyekatan, kita menanyakan STRP. Dengan aturan ganjil genap, maka kami tidak lagi menanyakan itu. Pemeriksaan STRP nanti akan dilakukan, misalnya kawasan perkantoran," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (12/8/2021).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat diwawancarai terkait penyekatan di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021).
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo saat diwawancarai terkait penyekatan di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (21/6/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Sambodo menjelaskan, nantinya akan ada petugas yang berpatroli untuk melakukan pemeriksaan STRP.

"Yang bekerja di bidang esensial maka dia mempunyai STRP. Saat ini sudah 2 juta orang yang punya," ujar dia.

Baca juga: Anggota DPRD DKI Fraksi PSI Tak Terima Kena Ganjil Genap, Sempat Cekcok Adu Mulut dengan Polisi

Sebelumnya, Kasat Patwal Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kompol Jhoni Eka Putra mengatakan, terdapat sejumlah jenis kendaraan yang dikecualikan untuk bisa melintas titik ganjil genap.

"Dalam aturan ganjil-genap ini, ada jenis kendaraan yang dalam pengecualian, sebagaimana telah disosialisasikan sebelumnya," kata Jhoni kepada awak media.

Menurut Jhoni, setidaknya ada 15 jenis kendaraan yang masuk dalam pengecualian tersebut.

Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman yang di dekatnya terdapat papan elektronik yang berisi sosialisasi pelaksanaan kawasan pembatasan lalu lintas ganjil - genap, yang mulai diberlakukan pada Senin (3/8/2020). Pemerintah provinsi DKI jakarta, kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap di 25 ruas jalan di ibukota ini berlaku mulai Senin hingga Jumat dan tidak berlaku pada Sabtu dan Minggu. Aturan ini ditetapkan pada jpukul 06.00 wib hingga 10.00 wib dan pukul 16.00 wib hingga 21.00 wib. Kebijakan ini salh satunya bertujuan untuk membatasi pergerakan orang di Jakarta untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang belum juga mereda.
Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman yang di dekatnya terdapat papan elektronik yang berisi sosialisasi pelaksanaan kawasan pembatasan lalu lintas ganjil - genap (WARTAKOTA/Nur Ichsan)

Berikut daftarnya:

1. Kendaraan yang membawa masyarakat disabilitas;

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved