Hasil Survei Elektabilitas Parpol: Demokrat Tiga Besar, PSI Naik jadi 5,2 Persen

kenaikan pesat elektabilitas Demokrat mencerminkan kemampuan partai oposisi tersebut memanfaatkan suara-suara kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Editor: Wahyu Aji
Hasil survei elektabilitas partai politik 

TRIBUNJAKARTA.COM - Partai Demokrat kembali membuat gebrakan, dengan menyodok ke posisi tiga besar elektabilitas.

Hasil temuan survei Polmatrix Indonesia menunjukkan elektabilitas Demokrat tembus ke dua digit, yaitu sebesar 11,3 persen.

Di papan tengah, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memantapkan diri dengan raihan elektabilitas 5,2 persen.

Hal yang mengejutkan, partai politik baru Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) mencatatkan elektabilitas 1,3 persen, melampaui Perindo, Hanura, dan Berkarya.

“Demokrat berhasil menembus peringkat tiga besar, sementara PSI mengalami kenaikan, dan Gelora membuat kejutan,” kata Direktur Eksekutif Polmatrix Indonesia Dendik Rulianto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (13/8/2021).

Menurut Dendik, kenaikan pesat elektabilitas Demokrat mencerminkan kemampuan partai oposisi tersebut memanfaatkan suara-suara kritis terhadap kebijakan pemerintah, terutama dampak dari gelombang kedua Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat atau level 3-4.

Melonjaknya dukungan publik terhadap Demokrat juga disertai dengan turunnya elektabilitas PDIP, yang untuk pertama kalinya kurang dari 20 persen, tepatnya 16,2 persen.

Meskipun demikian PDIP tetap unggul, disusul oleh Gerindra dengan elektabilitas 13,1 persen.

Demokrat juga berhasil menyalip PKB (8,3 persen) dan Golkar (8,0 persen), yang notabene adalah partai-partai koalisi pemerintah.

"Untuk pertama kalinya Golkar turun dari posisi tiga besar, setelah tergeser oleh Demokrat,” kata Dendik.

Di papan tengah lainnya ada PKS (5,0 persen), Nasdem (3,9 persen), PPP (2,8 persen), Ummat (1,8 persen), dan PAN (1,4 persen).

“Kemunculan Gelora turut menggerus basis dukungan terhadap PKS, demikian pula antara Ummat dan PAN,” lanjut Dendik.

Pada papan bawah terdapat Perindo (0,8 persen), Hanura (0,6 persen), Berkarya (0,4 persen), dan PBB (0,2 persen).

Lalu PKPI dan Garuda masing-masing 0,1 persen, sedangkan Masyumi Reborn nihil dukungan. Sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 19,5 persen.

Survei ini dilakukan pada 25 Juli-5 Agustus 2021 kepada 2.000 responden mewakili 34 provinsi. Survei dilakukan melalui telepon terhadap responden survei sejak 2019 yang dipilih acak.

Margin of error survei sebesar ±2,2 persen, tingkat kepercayaan 95 persen. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved