Antisipasi Virus Corona di Depok

Kebijakan Ganjil Genap Pengganti Penyekatan, Kota Depok Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat

Depok masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penerapan ganjil-genap tersebut.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Erik Sinaga
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Ilustrasi Depok masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penerapan ganjil-genap tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Sejumlah daerah mulai menerapkan aturan ganjil genap di jalan raya sebagai pengganti penyekatan di masa pandemi Covid-19.

Meski demikian, kebijakan ini belum diterapkan di Kota Depok, Jawa Barat.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penerapan ganjil-genap tersebut.

"Ganjil-genap itu saat ini masih uji coba di Jakarta terkait dengan kebijakan pengganti penyekatan," kata Dadang dikonfirmasi wartawan, Jumat (13/8/2021).

Baca juga: Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta Saat PPKM Level 4, Wagub DKI: Banyak Warga Belum Paham

"Kami masih menunggu dari Menteri Perhubungan, dari pusat-pusat ibu kota provinsi nanti akan berkembang ke wilayah aglomerasi," sambungnya lagi.

Dadang mengungkapkan, untuk mengambil keputusan, pihaknya harus merujuk dari pemerintah pusat.

Baca juga: Sosok Sis Viani, Anggota DPRD DKI yang Marah Kena Ganjil Genap: Pernah Viral Kecewa Keputusan PSI

"Kami mau melangkah tapi kita juga melihat rujukan dari pemerintah pusat. Soalnya kalau kami saat ini untuk Depok sudah punya kajian, biasanya ganjil-genap di Sabtu-minggu ketika dulu sebelum pandemi seperti itu," katanya.

Terakhir terkait kebijakan ganjil-genap, Dadang mengungkapkan kebijakan ini erat kaitannya dengan pergerakan masyarakat di jalan raya.

Baca juga: Hari Pertama Ganjil Genap di Jakarta Saat PPKM Level 4, Wagub DKI: Banyak Warga Belum Paham

Di Kota Depok, pergerakan masyarakat memang terpantau mengalami kenaikan, namun itu pun tidak signifikan.

"Kalau lihat dari pergerakan orang ada peningkatan saat ini, meskipun tidak begitu signifikan masih terkendali, karena kegiatan aktivitas masih dibuka," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved