Breaking News:

Sempat Tertunda, Bantuan Rp 600 Ribu untuk 124 Warga Jakarta Telah Dicairkan Pemprov DKI

Dinas Sosial DKI Jakarta telah mencairkan bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu kepada 124 warga ibu kota.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Antrean warga yang hendak mengambil BST sebesar Rp 600 ribu di ATM Bank DKI Jakarta, Pasar Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (20/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat 

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Sosial DKI Jakarta telah mencairkan bantuan sosial tunai (BST) Rp 600 ribu kepada 124 warga ibu kota.

BST tersebut telah memasuki tahap kelima dan keenam, pun 124 keluarga penerima manfaat (KPM) tersebut telah didata Pemprov DKI Jakarta dengan data penerima Kementerian Sosial RI.

"Hasilnya hanya terdapat 124 KPM yang menerima BST Pemprov DKI Jakarta dari data tunda sebelumnya yakni 99.763 KPM," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Premi Lasari, Minggu (15/8/2021).

"Mulai 12 Agustus 2021 yang lalu, dana bantuan langsung ditransfer ke rekening penerima BST sebanyak 124 KPM," lanjutnya.

Premi melanjutkan, BST ini diberikan dengan besaran nilai Rp 300 ribu per KPM setiap bulannya, sehingga total yang diterima untuk dua bulan senilai Rp 600 ribu tiap penerima. 

Diketahui, pemerintah telah menyalurkan dana BST kepada 907.616 KPM pada Juli 2021, dari data penerima awal 1.007.379 KPM.

Dari data tunda sebelumnya sebanyak 99.763 KPM dan oleh Pemprov DKI telah dicairkan melalui ATM Bank DKI kepada 124 KPM.

Baca juga: Tips Agar Generasi Milenial Bisa Merdeka Finansial, Ketahui Prioritasmu Yuk!

Baca juga: Akses Jalan Kawasan Industri Delta Silicon 8-Cibarusah Diresmikan, Kualitasnya Sama dengan Jepang

Baca juga: Cek 8 Zodiak Beruntung Senin 16 Agustus 2021, Manfaatkan Setiap Kesempatan

"Terdapat selisih 99.639 KK (Kepala Keluarga) yang disalurkan oleh Kemensos RI melalui PT Pos Indonesia," tambah Premi.

Data tunda penerima manfaat yang melalui Pemprov DKI Jakarta atau Kementerian Sosial RI, dapat dilihat pada laman www.corona.jakarta.go.id

"Kepada masyarakat jika menemukan penyalahgunaan selama penyaluran bantuan, dapat melaporkan aduan melalui Call Center Dinsos DKI Jakarta 021-22684824, aplikasi JAKI atau kanal CRM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," tutup Premi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved