Pemilu Masih Lama, Oknum Kades Sudah Curi Start Cari Modal Buat Nyaleg dari Korupsi Dana Desa

Pemilu 2021 memang masih tiga tahun lagi, namun seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lahat, sudah curi start mencari modal untuk nyaleg.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Ilustrasi
Ilustrasi. Pemilu 2021 memang masih tiga tahun lagi, namun seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan sudah curi start mencari modal untuk dirinya nyaleg DPRD. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PALEMBANG - Pemilu 2021 memang masih tiga tahun lagi, namun seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan sudah curi start mencari modal untuk dirinya nyaleg DPRD.

Sayangnya modal yang dikumpulkannya itu melanggar aturan.

Oknum Kades Perangai bernama Antoni itu mengumpulkan modalnya dengan cara korupsi dana desa sampai ratusan juta rupiah.

Kasus ini sudah terbongkar dan Antoni menjalani kasus hukum.

Pada hari ini, Senin (16/8/2021), Antoni mendapatkan vonis hukuman empat tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Palembang.

Baca juga: Akibat Ulahnya Nyelinap ke Rumah Staf Wanita Tengah Malam, Kini Nasib Pak Kades Ini Di Ujung Tanduk

Di persidangan terungkap bahwa Antoni saat menjadi Kepala Desa Perangai, Kecamatan Merapi selatan, Kabupaten Lahat, dengan sengaja menggunakan uang dana desa untuk kepentingan pribadinya.

Uang dana desa yang sebesar Rp. 376.704.800, nyatanya hampir keseluruhannya digunakan Antoni untuk modal dirinya mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Lahat pada tahun 2019.

Padahal dana desa itu seharusnya digunakan untuk membangun posyandu dan jalan setapak desa.

Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi (kupasmerdeka.com)

Pada pencalonannya sebagai anggota legislatif, Antoni gagal terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Lahat.

Selain penjara empat tahun, Antoni juga diwajibkan membayar denda 200 juta, subsidair 6 bulan, serta diharuskan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 305.400.800.

Jika terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti, akan diganti dengan hukuman dua tahun penjara.

"Adapun hal-hal yang memberatkan, terdakwa Antoni tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi."

"Dan sebagai hal yang meringankan terdakwa Antoni berkata jujur, dan berterus terang mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya lagi," ujar Hakim Abu Hanifah saat membacakan vonis pada terdakwa Antoni, Senin (16/8/2021).

Atas putusan tersebut, terdakwa Antoni meminta waktu untuk pikir-pikir.

Baca juga: Tak Sampai ke Warga, Kades Ini Malah Pakai Dana Covid Buat Judi Hingga Belikan Selingkuhan Mobil

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved