Sambut Digitalisasi dengan Kinerja Moncer, Ini Daftar Prospektif

Perdagangan saham emiten perbankan di Bursa Efek Indonesia diproyeksikan masih akan terus menghasilkan cuan sampai akhir tahun.

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia 

Digitalisasi dan kuatnya hubungan antara bank bjb dengan pemerintah daerah menurutnya turut menyukseskan transformasi digital yang dilakukan.

Digitalisasi dan kuatnya hubungan antara Bank BJB dengan pemerintah daerah menurutnya turut menyukseskan transformasi digital yang dilakukan.

Tahun ini Bank BJB meluncurkan beberapa layanan digital baru yang tumbuh dengan cepat, yakni penyaluran kredit secara online untuk UMKM hingga Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Yuddy menyebutkan telah meluncurkan BJB LAKU sebagai layanan akses kredit UMKM berbasis online.

Dengan pinjaman bagi UMKM yang selama ini masih tradisional kini sudah melayani lewat digital. Dengan pengajuan melalui aplikasi dan persetujuan dalam satu hari, UMKM pun bisa mendapatkan modal secara cepat untuk usahanya.

Kemudian, penggunaan QRIS Bank BJB pun meningkat pesat, pada Desember 2020 jumlah merchant yang terhubung baru 7.540 dan kini sudah ada lebih dari 154 ribu atau naik 20 kali lipat.

Hal ini pun membuat fee based income bank bjb naik hampir 6% pada Mei 2021. Dia pun menargetkan ada 1 juta merchant yang terhubung dengan QRIS dari bank bjb.

"Pertumbuhannya signifikan, tahun lalu masih mencoba karena baru inisiasi dan mendapatkan support OJK dan BI, namun sekarang sudah berkembang dengan banyak fitur. Kami juga sudah kerja sama dengan fintech," ujar Yuddy.

Selain mengembangkan layanan digital, Bank BJB juga fokus melindungi sistem digital yang dibangun ini dari serangan siber.

Bahkan kini Bank BJB telah memiliki dua divisi yang berkoordinasi untuk menangani IT dan Digital Banking, yang semula hanya dari unit bisnis.

"Kami melihat pentingnya digitalisasi, dan pentingnya fee based income dari digitalisasi kami sebagai bank. Setiap layanan baru layanan digital ini harus dilakukan proteksi sebaik-baiknya, kami menyiapkan belanja modal sekitar Rp 850 miliar dalam pengembangan IT dan keamanan dr produk layanan kami," kata dia.

Bank BJB kini juga memiliki sistem anti fraud untuk memantai layanan online ke seluruh wilayah dan cabang yang mendeteksi potensi fraud.

Fitur ini dikembangkan untuk mendeteksi dini seiring rentannya serangan siber pada sistem digital.

Pihaknya juga terus melakukan edukasi kepada nasabah agar menjaga kerahasiaan pin dan sandinya, karena kedua hal ini bisa menjadi awal masalah fraud di layanan perbankan. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved